Gresik, HeadlineJatim.com – Sebanyak 60 calon penumpang tujuan Pulau Bawean yang sempat terlantar semalaman di Pelabuhan Gresik akhirnya bisa bernapas lega. Setelah melalui koordinasi intensif antara Polres Gresik, Pelindo, dan pihak operator pelayaran, puluhan warga tersebut dipastikan berangkat menuju kampung halaman menggunakan kapal Express Bahari, pada Kamis (19/3).
Prahara ini bermula ketika para penumpang gagal mendapatkan tiket kapal KM Gili Iyang pada keberangkatan Rabu malam. Kondisi tersebut diperparah oleh adanya simpang siur informasi mengenai penambahan kuota penumpang yang mencapai dua kali lipat dari kapasitas normal.
Namun faktanya, kapal tetap berangkat sesuai kapasitas reguler yakni 196 orang, sehingga puluhan orang yang sudah mengantre sejak sore harus tertahan di terminal.
Merespons situasi yang memanas, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution langsung turun ke lapangan. Bersama pihak Pelindo, kepolisian bergerak cepat mengamankan situasi sekaligus memberikan pelayanan kemanusiaan bagi warga yang terpaksa menginap.
“Kami tidak hanya memastikan keamanan, tapi juga kenyamanan warga. Kami berkoordinasi dengan Pelindo untuk menyiapkan tempat istirahat yang layak, serta membagikan snack dan minuman sebagai bentuk kepedulian kami terhadap para penumpang yang menunggu kepastian,” ujar AKBP Ramadhan.
Titik terang muncul setelah jajaran Polres Gresik melakukan komunikasi maraton dengan manajemen ASDP, KSOP, dan operator Express Bahari. Disepakati bahwa seluruh penumpang yang tertunda keberangkatannya akan menjadi prioritas untuk diberangkatkan pada hari ini.
“Fokus utama kami adalah kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami mengupayakan hari ini seluruh warga yang tertunda semalam sudah bisa berlayar menuju Bawean dengan aman dan nyaman,” tegas Kapolres di tengah kegiatannya memantau arus penumpang.
Langkah responsif ini mendapat apresiasi dari warga yang sempat khawatir akan ketidakpastian jadwal. Sinergi lintas instansi ini diharapkan menjadi standar penanganan dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat, terutama menjelang arus mudik agar kejadian serupa tidak terulang kembali.






