May day 2026, Kapolres Gresik Siagakan 1.500 Personel Gabungan dengan Pendekatan Humanis

Ilustrasi dibuat oleh tim grafis. 

GRESIK, HeadlineJatim.com — Polres Gresik menyiagakan sedikitnya 1.500 personel gabungan guna mengawal jalannya peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 mendatang. Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, menegaskan bahwa seluruh personel wajib mengedepankan pendekatan humanis dan preventif selama proses pengamanan May Day Gresik 2026.

Read More

Dalam apel kesiapan yang digelar di Mapolres Gresik, Senin (27/4/2026), AKBP Ramadhan menjelaskan bahwa pengerahan ribuan personel ini bertujuan untuk mengantisipasi pergerakan massa buruh yang diperkirakan mencapai 3.000 hingga 5.000 orang di wilayah industri tersebut.

“Saya tekankan kepada seluruh personel untuk mengedepankan sikap humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kita hadir bukan untuk menakut-nakuti, melainkan memberikan rasa aman bagi peserta aksi maupun warga lainnya,” ujar AKBP Ramadhan Nasution.

Strategi Zonasi dan Simulasi TFG

Polres Gresik telah memetakan 5 hingga 8 titik aksi utama yang menjadi fokus konsentrasi massa, termasuk jalur distribusi logistik yang vital bagi industri. Pola pengamanan akan berbasis zonasi guna memastikan arus lalu lintas di kawasan industri tetap terkendali.

Guna mematangkan kesiapan, Polres juga melakukan Tactical Floor Game (TFG) untuk menyimulasikan berbagai skenario di lapangan. “TFG dilakukan agar setiap personel memahami prosedur dan peran masing-masing, sehingga tidak terjadi kesalahan koordinasi saat aksi berlangsung,” imbuh Kapolres.

Berikut adalah estimasi teknis pengamanan May Day Gresik 2026:

Personel Gabungan: ±1.200–1.500 (Polri, TNI, Dishub, dan Satpol PP).

Estimasi Massa: ±3.000–5.000 orang dari berbagai federasi.

Zona Utama: Kawasan Industri Gresik (KIG), Bundaran GKB, Akses Tol Kebomas, dan Kantor Pemkab Gresik.

Waktu Puncak: 09.00–15.00 WIB.

Respon Serikat Buruh dan Analisis Keamanan

Koordinator Serikat Pekerja Kawasan Industri Gresik, Fauzi Rahman, mengonfirmasi potensi mobilisasi massa yang cukup besar tahun ini. Pihaknya berharap kepolisian benar-benar menjalankan janji pengamanan yang humanis.

“Kami berharap aparat melindungi peserta aksi agar aspirasi tersampaikan dengan baik, bukan malah membatasi ruang gerak buruh,” ungkap Fauzi, Selasa (28/4/2026).

Menanggapi skenario ini, akademisi keamanan publik dari Surabaya, Dr. Rudi Santoso, menilai manajemen komunikasi adalah kunci. Menurutnya, risiko eskalasi biasanya meningkat saat massa terkonsentrasi di titik temu yang padat.

“Variabel utamanya adalah kepadatan titik kumpul dan interaksi dengan arus lalu lintas. Kontrol komunikasi yang efektif antara koordinator lapangan dan petugas keamanan sangat dibutuhkan agar situasi tetap kondusif,” jelas Dr. Rudi.

Polres Gresik mengimbau masyarakat untuk memantau informasi pengalihan arus lalu lintas melalui kanal resmi kepolisian guna menghindari simpul kemacetan di area Bundaran GKB dan Exit Tol selama puncak peringatan May Day.

Related posts