SURABAYA HeadlineJatim.com— Sebuah video rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diklaim memperlihatkan sosok misterius di rumah artis menjadi viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Konten tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah dan disebarluaskan melalui platform oleh akun RJL 5 Official yang dikelola , yang dikenal konsisten memproduksi konten bertema misteri dan horor.
Dalam video yang beredar, tampak siluet menyerupai sosok manusia berdiri di area dalam rumah pada kondisi pencahayaan minim. Rekaman tersebut kemudian memicu beragam interpretasi publik. Sebagian warganet mengaitkan bentuk tersebut dengan figur folklor seperti , sementara lainnya menilai objek tersebut sebagai bayangan benda atau artefak visual akibat sudut kamera dan kualitas gambar.
Perdebatan di ruang digital berkembang cepat seiring tingginya interaksi pada unggahan tersebut. Kolom komentar dipenuhi spekulasi, mulai dari klaim penampakan hingga dugaan kesalahan persepsi visual. Namun hingga berita ini disusun, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak yang mengonfirmasi konteks, waktu, maupun keaslian rekaman CCTV tersebut.
Dalam perspektif ilmiah, fenomena seperti ini kerap dikaitkan dengan konsep pareidolia, yaitu kecenderungan otak manusia mengenali pola tertentu—termasuk wajah atau sosok—dalam objek visual yang sebenarnya ambigu. Kajian dalam psikologi kognitif menunjukkan bahwa kondisi pencahayaan rendah, resolusi gambar terbatas, serta ekspektasi subjektif dapat memengaruhi interpretasi visual seseorang.
Di sisi lain, dalam konteks budaya Indonesia, figur seperti pocong maupun telah lama menjadi bagian dari narasi folklor yang hidup dalam tradisi lisan masyarakat. Kajian kebudayaan yang dihimpun oleh menempatkan figur tersebut sebagai representasi simbolik dalam sistem kepercayaan, bukan sebagai entitas yang dapat diverifikasi secara empiris.
Fenomena viral ini juga memperlihatkan bagaimana konten bertema horor memiliki daya tarik tinggi dalam ekosistem media sosial. Platform seperti TikTok memungkinkan distribusi cepat konten berbasis sensasi, sehingga memicu efek berantai berupa diskusi, spekulasi, hingga polarisasi opini publik dalam waktu singkat.
Sejauh penelusuran, terdapat sejumlah fakta yang dapat dipastikan, yakni video tersebut memang beredar luas di media sosial dan bersumber dari akun RJL 5 Official. Namun sejumlah aspek penting masih belum terverifikasi, termasuk waktu perekaman, lokasi detail dalam rumah, serta kemungkinan adanya proses penyuntingan digital. Tanpa verifikasi independen dan konfirmasi langsung dari pihak terkait, klaim mengenai “penampakan makhluk gaib” tidak dapat dikategorikan sebagai fakta.
Fenomena ini menegaskan pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi. Publik dituntut untuk mampu membedakan antara konten hiburan berbasis narasi dan informasi faktual yang telah melalui proses verifikasi jurnalistik. Dalam konteks ini, video CCTV yang viral lebih tepat dipahami sebagai fenomena persepsi dan dinamika media sosial, bukan sebagai peristiwa objektif yang telah terkonfirmasi kebenarannya.
SUMBER DATA & REFERENSI
TikTok (konten RJL 5 Official)
Kompas.com (tren viral & fenomena media sosial)
Detik.com (liputan selebritas & isu viral)
Kemendikbudristek (kajian folklor Indonesia)
Journal of Cognitive Neuroscience (pareidolia & persepsi visual)
WHO & jurnal medis terkait Near-
Death Experience






