Tertipu Order Fiktif Rp52 Juta, Pengusaha Susu Asal Kediri Dijebak di Gresik

Tangkapan layar CCTV warga saat korban menurunkan barang.

GRESIK, HeadlineJatim.com – Niat hati menjemput rezeki, NA (27), seorang pengusaha kecil asal Kediri, justru harus menelan pil pahit. Harapan meraup untung dari pesanan besar melalui media sosial berubah menjadi mimpi buruk setelah dirinya menjadi korban komplotan penipu di desa Leran, kecamataj Manyar, Gresik.

Read More

Kejadian bermula saat korban menerima pesanan dalam jumlah besar berupa 400 dus susu UHT dan 88 dus minyak goreng. Dengan penuh keyakinan, NA bersama suami dan sopirnya menempuh perjalanan jauh dari Kediri menuju titik pertemuan di Jl. Leran, Manyar, Gresik.

Setibanya di lokasi, barang dagangan senilai Rp52.975.000 tersebut diturunkan. Namun, saat proses bongkar muat berlangsung, pelaku menjalankan siasat liciknya:

Salah satu pelaku mengajak NA pergi ke lokasi lain dengan dalih mengantar sisa barang. Namun di tengah perjalanan, pelaku mendadak menghilang dan meninggalkan korban yang kebingungan di tengah jalan.

Saat NA kembali ke lokasi awal, seluruh tumpukan barang dagangan miliknya telah diangkut paksa oleh komplotan pelaku.

“Saya tidak menyangka ada orang setega itu. Kami datang jauh-jauh dari Kediri dengan harapan baik, tapi malah dijebak seperti ini,” tutur NA dengan nada bergetar menahan tangis.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Resmob Polres Gresik di bawah komando Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan bergerak cepat melakukan pelacakan hingga ke wilayah selatan Jawa Timur.

Pelarian komplotan ini berakhir di Terminal Arjosari, Malang. Polisi berhasil meringkus tiga tersangka, yakni RW, AS, dan AP. Ironisnya, salah satu dari anggota komplotan tersebut diketahui berstatus sebagai oknum mahasiswa. Kini, ketiga tersangka harus mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Terkait kasus ini, Polres Gresik memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha agar selalu waspada Transaksi Online, jangan mudah tergiur pesanan besar dari pihak yang belum dikenal secara resmi. Pastikan ada jaminan keamanan atau sistem pembayaran yang jelas sebelum menurunkan barang dalam jumlah besar.

Dan Jangan mudah percaya untuk dipisahkan dari barang dagangan saat proses transaksi berlangsung, ” ujar Ipda Andi Muh. Asyraf

Bagi pengusaha kecil seperti NA, kerugian ini bukan sekadar angka, melainkan modal dan tumpuan hidup yang dikumpulkan dengan keringat. Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh “pejuang ekonomi” untuk tetap waspada terhadap bahaya yang mengintai di balik layar ponsel.

Related posts