Tim Penggerak PKK Lumajang Ubah Sampah Jadi Rupiah 

LUMAJANG, HeadlineJatim.com – Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang terus memperkuat strategi pengelolaan sampah berbasis rumah tangga untuk menekan volume limbah di tingkat hulu. Melalui sosialisasi di Desa Tukum, Kamis (23/4/2026), PKK mendorong masyarakat mengubah sampah organik menjadi media budidaya cacing yang bernilai ekonomi produktif.

Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa perubahan pola pikir masyarakat merupakan fondasi utama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Read More

“Selama ini sampah dianggap selesai saat dibuang. Padahal, jika dikelola dengan tepat sejak dari rumah, sampah organik justru bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga,” ujar Dewi Natalia di sela kegiatan bimbingan teknis tersebut.

Berdasarkan data nasional, komposisi sampah di Indonesia masih didominasi oleh sisa rumah tangga. Di Lumajang, PKK mengintervensi kondisi ini dengan mengarahkan pemanfaatan limbah organik, seperti sisa sayur dan buah, sebagai media budidaya cacing.

Hasil dari budidaya ini tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga menghasilkan produk turunan berkualitas tinggi seperti pakan ternak dan pupuk organik (kascing).

“Ini bukan sekadar urusan kebersihan, tetapi penguatan ekonomi keluarga. Produk olahan sampah ini memiliki nilai jual dan menjadi peluang usaha baru bagi ibu-ibu di tingkat dasawisma,” tambahnya.

Dewi Natalia optimistis gerakan ini akan berkelanjutan karena PKK memiliki jaringan hingga akar rumput. Struktur dasawisma dinilai efektif untuk melakukan edukasi dan praktik langsung yang menyentuh setiap unit keluarga secara konsisten.

Langkah ini juga selaras dengan arah kebijakan nasional mengenai ekonomi hijau dan SDGs Desa, khususnya dalam menciptakan desa tanpa sampah serta pertumbuhan ekonomi inklusif.

“Ke depan, kami akan mendorong integrasi gerakan ini dengan kebijakan desa serta akses pasar yang lebih luas bagi produk turunan hasil olahan sampah warga,” pungkasnya.

Related posts