JEMBER, HeadlineJatim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menginisiasi program verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan massal dengan menerjunkan sekitar 22 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN). Program ini bertujuan memastikan keakuratan data warga kategori kemiskinan ekstrem atau Desil 1 agar intervensi bantuan pemerintah tepat sasaran.
Program yang berlangsung pada 18 hingga 24 April 2026 ini menyasar sekitar 97 ribu warga. Langkah strategis ini dirancang untuk menyelaraskan data birokrasi dengan kondisi riil di lapangan melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah warga.
Penugasan ASN dilakukan secara lintas wilayah untuk meminimalkan potensi kedekatan personal dan menjaga objektivitas data. Proses verval dilaksanakan secara fleksibel di luar jam kerja formal agar tidak mengganggu pelayanan kantor, dengan pelaporan berbasis sistem digital yang ketat.
Wakil Ketua DPRD Jember, Fatmawati, menilai keterlibatan ASN sangat krusial sebagai agen pemerintah dalam menjamin validitas data sosial.
“Verval massal ini adalah bagian dari tugas ASN untuk mendukung program pemerintah. Tujuannya memastikan data kemiskinan valid sehingga tidak ada lagi warga mampu yang masuk kategori Desil 1,” ujar Fatmawati saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (19/4/2026) malam.
Legislator dari Partai NasDem ini juga menanggapi dinamika di media sosial terkait tantangan yang dihadapi ASN, mulai dari jarak tempuh yang jauh hingga laporan adanya insiden kecelakaan saat bertugas.
“Kami memberikan apresiasi dan respek setinggi-tingginya kepada para ASN. Ini adalah bentuk perjuangan demi kemakmuran masyarakat Jember. Namun, kendala teknis seperti jarak ekstrem yang dialami ASN tentu akan menjadi bahan evaluasi kami bersama dinas terkait ke depan,” tegasnya.
Fatmawati menambahkan, evaluasi tersebut penting dilakukan agar teknis pelaksanaan di masa mendatang lebih aman bagi para petugas lapangan namun tetap menghasilkan data yang akurat.
Selain menghasilkan basis data yang valid, program verval massal ini diharapkan mampu mengasah sensitivitas sosial dan empati di kalangan ASN Jember. Interaksi langsung dengan warga prasejahtera diharapkan membentuk pola pelayanan publik yang lebih humanis.
Pembaruan data hasil verval ini nantinya akan menjadi fondasi utama bagi Pemkab Jember dalam merumuskan kebijakan pengentasan kemiskinan yang lebih efektif, efisien, dan transparan.






