MALANG, Headlinejatim.com — Di balik helm dan jaket ojek online, banyak perempuan kini memikul peran yang tidak ringan, menjadi penopang utama ekonomi keluarga.
Pemandangan itu tampak jelas di SPBU Ciliwung, Purwantoro, Kota Malang, saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan bahan bakar minyak (BBM) gratis dan paket sembako kepada 160 pengemudi ojek online, Rabu (22/4).
Momentum Hari Kartini menjadi latar yang memperkuat pesan kegiatan tersebut. Mayoritas penerima bantuan merupakan pengemudi ojol perempuan yang sehari-hari bekerja di jalanan, sekaligus menjalankan peran dalam keluarga.
Kehadiran Khofifah disambut antusias oleh para pengemudi dari berbagai platform seperti Gojek, Grab, Shopee, dan Maxim. Mereka merasakan langsung perhatian di tengah meningkatnya kebutuhan operasional, terutama biaya bahan bakar yang menjadi penopang utama pekerjaan.
Kegiatan ini tidak sekadar berbagi bantuan, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap peran strategis para pengemudi ojol dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.
Khofifah menyebut, banyak dari pengemudi perempuan tersebut yang menjalani peran ganda, bahkan tidak sedikit yang menjadi orang tua tunggal.
“Resonansi semangat Hari Kartini begitu kuat. Banyak ojol perempuan yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, bahkan tidak sedikit yang merupakan single parent. InsyaAllah saya yakin mereka bisa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program berbagi BBM gratis ini dilaksanakan di sejumlah titik agar semakin banyak pengemudi ojol, baik laki-laki maupun perempuan, dapat merasakan manfaatnya, khususnya dalam meringankan biaya operasional harian.
“Para pengemudi ojol adalah garda terdepan dalam layanan transportasi dan distribusi masyarakat. Kita ingin lebih banyak bersapa sekaligus berbagi kebahagiaan,” imbuhnya.
Bagi para pengemudi, BBM bukan sekadar kebutuhan, melainkan faktor utama yang menentukan penghasilan harian. Ketika biaya bahan bakar meningkat, maka ruang keuntungan mereka otomatis menyempit.
Karena itu, bantuan yang diberikan dinilai tepat sasaran. Selain membantu secara ekonomi, juga menjadi penyemangat agar mereka tetap produktif di tengah berbagai tantangan.
Khofifah berharap, bantuan tersebut tidak hanya meringankan beban, tetapi juga memperkuat optimisme para pengemudi ojol dalam menghadapi kondisi ekonomi yang dinamis.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat solidaritas sosial serta menghadirkan kehadiran negara bagi pekerja sektor informal yang selama ini rentan terhadap perubahan ekonomi.
Tri Hapsari, pengemudi ojol asal Kebalen Wetan, Malang, mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi dirinya dan rekan-rekan sesama pengemudi.
“Sebanyak 160 pengemudi dari berbagai platform seperti Gojek, Grab, Shopee, dan Maxim sangat menantikan kehadiran Ibu Gubernur. Kami merasa diperhatikan, apalagi di momentum Hari Kartini ini,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Santi, pengemudi asal Sukun, Kota Malang, yang menilai BBM merupakan kebutuhan utama dalam menunjang pekerjaannya sehari-hari.
Ia menyebut, langkah yang dilakukan Gubernur Khofifah menjadi inspirasi sekaligus bukti bahwa peran pengemudi ojol, khususnya perempuan, mulai mendapatkan perhatian.
Di tengah peringatan Kartini, potret para pengemudi perempuan di jalanan menjadi refleksi nyata perubahan peran perempuan hari ini. Mereka tidak hanya hadir sebagai bagian dari angkatan kerja, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi keluarga.
Di balik rutinitas mengantar penumpang dan barang, ada perjuangan yang terus berjalan menghadapi kerasnya jalanan, menjaga keberlangsungan hidup, dan memastikan dapur tetap menyala setiap hari.






