Tren Positif Pariwisata Lumajang, Kunjungan Wisatawan Tembus 476 Ribu di Triwulan I

Ilustrasi oleh tim grafis. 

LUMAJANG, HeadlineJatim.com – Sektor pariwisata di Kabupaten Lumajang terus menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Berdasarkan data Triwulan I 2026, total kunjungan wisatawan tercatat mencapai 476.062 orang, berhasil melampaui target yang ditetapkan sebesar 450.000 kunjungan.

Read More

Menanggapi capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang kini mendorong kebijakan pariwisata yang lebih presisi melalui integrasi program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dan persiapan Sensus Ekonomi 2026. Langkah ini diambil agar pertumbuhan jumlah wisatawan berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa pengelolaan pariwisata tidak boleh hanya mengejar angka kuantitatif, tetapi harus berbasis data yang akurat dan terukur.

“Pariwisata harus dikelola berbasis data agar setiap kebijakan tepat sasaran dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar bupati yang akrab disapa Bunda Indah tersebut, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan data spasial, Pantai Watu Pecak menjadi destinasi favorit dengan mencatatkan 103.075 kunjungan, disusul Tumpak Selo sebanyak 95.305 kunjungan. Sementara itu, Pemandian Alam Selokambang dan Tirtosari masing-masing mencatat 45.871 dan 38.484 kunjungan.

Di sektor mancanegara, Air Terjun Tumpak Sewu tetap menjadi primadona global. Destinasi ini menyumbang angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tertinggi, yakni sebanyak 15.908 orang dari total 25.821 kunjungan di lokasi tersebut.

“Melalui data ini, kita bisa memetakan secara jelas pola kunjungan dan kekuatan destinasi. Kita tahu di mana potensi yang harus diintervensi,” tambah Bunda Indah.

Melalui program Desa Cantik, pemerintah akan memperkuat data mikro di tingkat desa, mulai dari profil pelaku usaha hingga kesiapan infrastruktur. Data ini nantinya akan disinkronkan dengan data makro dari Sensus Ekonomi 2026 untuk melihat kontribusi riil pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.

“Dengan data yang kuat, kita tidak lagi meraba-raba. Sektor pariwisata harus mampu memperluas lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan,” pungkasnya

Related posts