Sisihkan Rp10 Ribu per Hari, Penjual Cilok 85 Tahun Asal Pasuruan Ini Naik Haji

SURABAYA, Headlinejatim.com – Ketekunan Mislicha Kasib mengantarkannya ke Tanah Suci. Di usia 85 tahun, penjual cilok keliling asal Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan ini berangkat haji setelah bertahun-tahun menyisihkan Rp10 ribu hingga Rp15 ribu dari penghasilan hariannya.

Mislicha tercatat sebagai jemaah tertua di Kloter 10 Embarkasi Surabaya. Ia tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada Kamis (23/4/2026) dan dijadwalkan terbang melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya pada Jumat (24/4/2026) pukul 20.20 WIB.

Read More

Sehari-hari, Mislicha berjualan cilok keliling dengan penghasilan sekitar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu. Dari jumlah tersebut, ia secara konsisten menyisihkan sebagian untuk ditabung sebagai biaya haji, serta mengikuti arisan sebagai tambahan ikhtiar.

Upaya tersebut membuahkan hasil saat Mislicha mampu mendaftar haji pada 2017 dengan setoran awal Rp25 juta.

Dalam perjalanan hidupnya, Mislicha harus membesarkan delapan anak seorang diri setelah ditinggal wafat suami. Kondisi itu tidak menghentikan langkahnya untuk terus berusaha dan menabung demi mewujudkan impian berhaji.

Pada musim haji tahun ini, Mislicha didampingi putri bungsunya, Mariatul Kibtiyah (35), yang mendaftar pada 2020 melalui skema penggabungan mahram. Kehadiran pendamping ini diharapkan membantu kelancaran ibadah, khususnya bagi jemaah lanjut usia.

Embarkasi Surabaya memastikan seluruh jemaah, termasuk lansia, mendapatkan pelayanan optimal agar dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar.

Related posts