Dari Panggung Rock ke Tanah Suci, Kisah “Seket” Astakula Temani Ibu Berhaji

SURABAYA, Headlinejatim.com – Gemerlap panggung musik rock n roll yang identik dengan hiruk pikuk malam, perlahan ditinggalkan Didik Subiantoro. Musisi asal Surabaya yang dikenal dengan nama panggung Seket Astakula itu kini menapaki perjalanan berbeda, menunaikan ibadah haji ke Baitullah.

Didik tercatat sebagai jemaah calon haji kloter 8 Embarkasi Surabaya yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Jumat (23/4/2026). Dalam perjalanan spiritual ini, ia tidak sendiri. Ia mendapat amanah mendampingi sang ibunda, satu-satunya orang tua yang kini ia rawat.

Read More

Sebagai vokalis band rock “Rekles”, Didik dikenal dengan penampilan panggung yang penuh energi. Namun di balik karakter cadasnya, ia juga kerap tampil solo membawakan lagu-lagu balada bernuansa kehidupan, alam, hingga refleksi spiritual. Lagu-lagu seperti Gulo Larang, Thithik Edhang, Atase Ngono Ae, hingga Jungkar Jungkir menjadi medium ekspresi perjalanan batinnya, dengan lirik khas logat Suroboyoan yang ia tulis sendiri dari pengalaman hidup.

Memasuki usia 50 tahun, Didik menemukan makna baru dalam hidupnya. Nama “Seket” yang dalam bahasa Jawa berarti lima puluh, justru terasa seperti isyarat tersendiri.

“Tahun ini usia saya lima puluh tahun. Ternyata ada rahasia Ilahi, di tahun ini juga saya mendapat panggilan berhaji. Nama Seket ini dulu diberikan teman saya saat kuliah di Unitomo, Cak Dismantoko,” ungkapnya saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.

Ia mengakui, dunia hiburan tak jarang menjauhkan seseorang dari kehidupan religius. Namun, ia berusaha menjaga keseimbangan. Di sela aktivitas bermusik, Didik memilih kembali ke kehidupan sederhana di Dusun Kemiri, Desa Pakukerto, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, untuk merawat ibundanya.

Hari-harinya diisi dengan berkebun dan menjalani hidup yang lebih tenang. Jika ada panggilan manggung, ia baru berangkat ke Surabaya tanpa memasang target materi.

“Alhamdulillah, rezeki selalu ada. Tidak selalu dalam bentuk uang, tapi juga kesehatan, teman, dan doa,” tuturnya.

Perjalanan spiritual itu ia jalani tanpa banyak sorotan. Hingga akhirnya, kesempatan berhaji datang sebagai puncak dari proses panjang yang ia jalani dalam diam.

Kini, Didik bersiap menapaki salah satu rukun Islam yang menjadi penyempurna ibadah, dengan satu niat sederhana: berbakti kepada ibu dan memenuhi panggilan Ilahi.

“Ada kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan. Haji ini saya jalani sekaligus untuk mendampingi ibu,” katanya.

Di balik kisahnya, terselip pesan bahwa jalan pulang kepada Tuhan bisa datang dari mana saja. Bahkan dari seorang rocker yang pernah hidup di tengah gemerlap dunia hiburan.

Related posts