BANYUWANGI, HeadlineJatim.com– Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mempercepat masa tanam padi di berbagai wilayah sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau panjang tahun 2026.
Gerakan tanam padi serentak tersebut menjadi tindak lanjut arahan Kementerian Pertanian yang dilaksanakan serempak di wilayah Jawa Timur.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan percepatan tanam dilakukan agar petani bisa memanfaatkan sisa musim hujan sebelum memasuki puncak kemarau.
“Ini salah satu langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang. Kita dorong percepatan masa tanam sebelum puncak kemarau datang,” ujar Ipuk, Jumat (24/4/2026).
Di Banyuwangi, kegiatan tanam bersama dipusatkan di lahan Kelompok Tani Gunung Saprojo, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, dengan luas sekitar 2,5 hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Danang Hartanto menjelaskan, total luasan tanam serentak pada periode ini di seluruh Banyuwangi mencapai 672 hektare.
“Secara keseluruhan luas penanaman serentak di Banyuwangi pada periode ini mencapai 672 hektare. Ini bagian dari upaya menjaga produksi pangan daerah,” kata Danang.
Menurutnya, percepatan tanam dilakukan dengan memanfaatkan curah hujan yang diperkirakan masih terjadi hingga akhir April. Kondisi tersebut dinilai penting agar tanaman padi memperoleh pasokan air cukup pada fase awal pertumbuhan.
“Kami sudah menyampaikan surat edaran kepada kelompok tani agar mempercepat masa tanam. Saat ini ketersediaan air masih cukup baik, sehingga perlu dimanfaatkan sebelum debit air berkurang saat kemarau,” jelasnya.
Langkah ini juga menjadi bagian dukungan Banyuwangi terhadap target Luas Tambah Tanam (LTT) Jawa Timur yang terus digenjot pemerintah provinsi.
Selain percepatan tanam, petani juga diminta aktif memantau kondisi lahan, pertumbuhan tanaman, serta ketersediaan sumber air di wilayah masing-masing.
“Kami mengimbau petani meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan rutin terhadap pertanaman maupun sumber air, sehingga jika ada kendala bisa segera ditangani,” pungkas Danang.






