Aksi Sungai Watch, Lari 1.260 Km Bali-Jakarta demi Bersihkan 1 Juta Kilogram Plastik

BALI, HeadlineJatim.com – Tiga bersaudara pendiri organisasi nirlaba Sungai Watch, Gary, Kelly, dan Sam Bencheghib, melakukan aksi ultra-maraton perdana di Indonesia melintasi Pulau Jawa. Aksi bertajuk “Run for Rivers” ini menempuh jarak 1.260 kilometer dari Bali menuju Jakarta untuk memerangi krisis polusi plastik di sungai-sungai Indonesia.

Misi besar ini menargetkan penggalangan dana sebesar $1 juta USD (sekitar Rp16 miliar) yang akan dialokasikan untuk mengangkat 1 juta kilogram sampah plastik. Perjalanan yang dijadwalkan berlangsung selama 57 hari ini setara dengan berlari 28 maraton berturut-turut.

Read More

Setelah menuntaskan tahap Bali dalam enam hari, tim Sungai Watch kini telah memasuki wilayah Jawa Timur. Mereka berlari melintasi kawasan industri dan jalur air yang terkontaminasi untuk memetakan skala krisis polusi secara langsung.

“Kami tidak hanya berlari 25 km setiap hari; tim kami juga memantau titik pembersihan, melompat ke sungai, dan bekerja sama dengan masyarakat. Kami membawa dampak nyata ini ke seluruh Jawa,” ujar Gary Bencheghib saat memasuki wilayah Jawa Timur, Selasa (14/4/2026).

Sepanjang rute yang melewati 30 kota, mereka menemui para pemimpin daerah untuk mengevaluasi sistem pengelolaan sampah. Beberapa tokoh yang telah memberikan dukungan di antaranya Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandini Azwar Anas, serta dukungan dari asisten khusus Presiden Prabowo Subianto, Dirgayuza Setiawan.

Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, juga turut memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini.

“Ini adalah upaya luar biasa untuk menjawab seruan Presiden Prabowo dalam perang melawan sampah. Saya harap masyarakat mendukung gerakan ini,” ungkap Sandiaga saat bertemu tim di Jakarta baru-baru ini.

Sungai Watch berencana menggunakan dana yang terkumpul untuk memperluas fasilitas pemilahan sampah di sepanjang Pulau Jawa. Saat ini, organisasi tersebut telah mengoperasikan sembilan fasilitas di Bali, Banyuwangi, dan Sidoarjo.

Skema donasi yang ditawarkan cukup unik, setiap $1 USD atau Rp16.000 yang disumbangkan akan mendanai pengangkatan 1 kg plastik dari sungai.

Hanya dalam 10 hari pertama ekspedisi, tim telah berhasil mengumpulkan dana sebesar $56.405 USD. Seluruh donasi dipastikan dialokasikan 100 persen untuk aksi pembersihan karena operasional ekspedisi didanai secara mandiri oleh Sungai Watch.

Ultra-maraton ini dijadwalkan berakhir di Jakarta, di mana tim berharap dapat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan data lapangan terkait kondisi sungai di Indonesia. Aksi ini juga sedang didokumentasikan menjadi film layar lebar oleh fotografer National Geographic, Paul Nicklen, guna menyebarkan kesadaran lingkungan ke tingkat global.

Related posts