Sukses Tekan 90 Persen Sampah Plastik, SMAN 1 Manyar Gresik Perkuat Ekosistem Adiwiyata Mandiri

GRESIK, HeadlineJatim.com — SMAN 1 Manyar (Smanema) Gresik membuktikan komitmennya sebagai pelopor pelestarian lingkungan di dunia pendidikan. Melalui integrasi predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri dan program “Sekolah Resik” dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik, sekolah ini berhasil menekan volume sampah plastik hingga 90 persen.

Capaian impresif ini bermula dari kampanye masif “Gerakan Zero Plastik” yang mewajibkan seluruh siswa dan staf membawa tumbler serta wadah makan pribadi. Langkah ini efektif memutus rantai penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.

Read More

“Transformasi perilaku ini terbukti efektif. Kemauan kolektif untuk memutus ketergantungan terhadap plastik menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Kepala SMAN 1 Manyar, Ainur Rofik, Rabu (13/5/2026).

Mitigasi Bencana dan Standarisasi Keamanan

Selain fokus pada SMAN 1 Manyar Gresik Adiwiyata, aspek keselamatan siswa turut menjadi prioritas. Berdasarkan evaluasi tim monitoring Cabang Dinas Pendidikan yang dipimpin Priyandono, Smanema dinilai sigap dalam mitigasi risiko kebencanaan.

Sekolah telah menambah unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di titik-titik strategis dan menyusun Standard Operating Procedure (SOP) mitigasi bencana. Dari sisi infrastruktur, instalasi listrik telah ditata ulang menggunakan material berstandar SNI guna meminimalisasi risiko arus pendek.

Inovasi Pengolahan Limbah dan Ketahanan Pangan

Dalam hal operasional teknis, Smanema menerapkan sistem penanganan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) secara terpisah di laboratorium. Sementara itu, sampah organik diolah secara produktif menjadi eco-enzyme dan kompos.

Untuk menjaga keseimbangan ekosistem, sekolah memperluas pembuatan lubang biopori guna meningkatkan daya resap air tanah. Inovasi ini juga didukung oleh Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang mengajarkan siswa untuk mandiri secara pangan.

“Kami memastikan pendidikan kebencanaan, pengelolaan limbah B3, hingga ketahanan pangan menjadi satu kesatuan sistematis. Kami ingin lulusan Smanema memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga bumi,” tegas Ainur Rofik.

Langkah nyata ini menegaskan bahwa predikat Adiwiyata Mandiri bagi SMAN 1 Manyar bukanlah sekadar penghargaan, melainkan budaya sekolah yang terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Related posts