Mudik Lebaran 2026 di Jatim Terkendali, Meski Arus Kendaraan Naik Tajam 15 Persen

Surabaya, HeadlineJatim.com – Lonjakan arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Timur terjadi cukup signifikan. Tercatat sebanyak 114.817 kendaraan masuk ke wilayah ini atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, kondisi lalu lintas tetap terkendali tanpa kemacetan berarti.

Keberhasilan ini tidak lepas dari pengamanan terpadu dalam Operasi Ketupat 2026 yang digelar oleh Polda Jawa Timur bersama TNI dan instansi terkait.

Read More

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, memastikan seluruh rangkaian pengamanan sejak awal Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri berjalan lancar dan kondusif. Hal itu disampaikannya usai melakukan pengecekan bersama Forkopimda Jatim, Jumat malam (20/3).

“Alhamdulillah semuanya bisa berjalan dengan lancar karena kegiatan ini benar-benar terpadu. Masyarakat bisa merasakan kenyamanan saat melaksanakan mudik,” ujarnya.

Arus kendaraan dari arah Jakarta dan Jawa Tengah menuju Jawa Timur, khususnya ke Surabaya dan sekitarnya, terpantau mengalir lancar baik di jalur tol maupun arteri. Tidak ditemukan antrean panjang maupun kepadatan yang mengganggu perjalanan pemudik.

Menjelang malam takbiran, kepolisian juga mengambil langkah preventif dengan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan takbir keliling di jalan raya guna menghindari potensi gangguan keamanan dan kemacetan.

“Kami arahkan takbiran dilakukan di lingkungan masing-masing agar berjalan aman. Pengamanan salat Id juga sudah kami siapkan di berbagai lokasi,” tegas Nanang.

Selain fokus pada arus mudik, aparat kepolisian juga menyiapkan pengamanan pasca Lebaran. Mulai dari penjagaan rumah kosong yang ditinggal mudik hingga pengamanan kawasan wisata, pusat hiburan, dan pusat perbelanjaan yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung.

 

Lalu Lintas Tetap Aman di Tengah Lonjakan Kendaraan

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Iwan Saktiadi, menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta lalu lintas (kamseltibcarlantas) di seluruh wilayah Jawa Timur tetap aman hingga penghujung Ramadhan.

“Secara umum kondisi di Jawa Timur aman dan tertib. Tidak ada kepadatan signifikan baik di jalan tol maupun arteri,” jelasnya.

Ia menyebut, total arus kendaraan yang masuk ke Jawa Timur mencapai 114.817 unit atau naik sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut merupakan gabungan kendaraan yang melintas di jalur tol maupun non-tol.

Menurutnya, karakteristik lalu lintas di Jawa Timur biasanya justru mengalami puncak kepadatan setelah Lebaran, terutama di kawasan wisata, pusat perbelanjaan, dan tempat hiburan. Oleh karena itu, skenario pengamanan lanjutan telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan tersebut.

 

Sempat Padat Saat Nyepi, Ketapang-Gilimanuk Kini Normal

Sementara itu, jalur penyeberangan Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk sempat mengalami kepadatan akibat penutupan sementara saat Hari Raya Nyepi di Bali.

Penutupan pada 18 Maret pukul 17.00 WIB menyebabkan antrean kendaraan, terutama kendaraan pribadi, menumpuk di area pelabuhan. Namun setelah dibuka kembali pada 19 Maret pukul 06.00 WIB, kepadatan sempat mencapai sekitar 1 kilometer sebelum akhirnya terurai sekitar pukul 10.00 WIB.

“Saat ini sudah tidak ada antrean. Semua kembali normal,” ungkap Iwan.

Untuk mengantisipasi arus balik Lebaran, pihak kepolisian bersama ASDP dan KSOP telah menyiapkan 33 kapal yang akan dioperasikan secara optimal guna menghindari penumpukan kendaraan dari Bali menuju Jawa Timur.

 

Arus Balik Jadi Fokus Berikutnya

Dengan tren kenaikan mobilitas yang cukup tinggi tahun ini, aparat memastikan pengamanan tidak hanya berhenti pada puncak arus mudik. Fokus berikutnya adalah mengawal arus balik agar tetap aman, tertib, dan lancar.

Pemantauan intensif akan dilakukan di seluruh jalur strategis, termasuk titik rawan kemacetan dan kecelakaan.

“Semoga seluruh rangkaian kegiatan ibadah dan mobilitas masyarakat selama Idul Fitri berjalan lancar dan aman,” pungkas Iwan.

Related posts