Surabaya, HeadlineJatim.com – Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi terhadap 54 Perwira Menengah (Pamen) dan Perwira Tinggi (Pati) Polri sebagai bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, dan peningkatan kinerja institusi.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/440/II/KEP./2026 tertanggal 27 Februari 2026. Salah satu yang mendapatkan amanah baru adalah Brigjen Pol Totok Suharyanto yang dipromosikan menjadi Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipikor) Polri, menggantikan Irjen Cahyono Wibowo yang memasuki masa purnatugas.
Totok sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penindakan (Dirtindak) Kortastipikor Polri, dan rekam jejaknya dalam penegakan hukum dinilai menjadi modal penting dalam perannya yang baru.
Posisi Dirtindak kini diisi oleh Brigjen Robertus Yohanes De Deo yang sebelumnya menjabat Direktur Penelusuran dan Pengamanan Aset (P2A) Kortastipikor, sedangkan jabatan Direktur P2A dipercayakan kepada Brigjen Indra Lutrianto Amstono yang sebelumnya bertugas sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama TK II Bareskrim Polri.
Mutasi lain di lingkungan Kortastipikor termasuk Wakakortastipikor Brigjen Arief Adiharsa yang dimutasi menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama TK I Sespim Lemdiklat Polri dan Kombes Mulya Hakim Solichin yang kini bertugas sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama TK II Kortastipikor Polri.
Kadiv Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, mengemukakan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari strategi manajemen sumber daya manusia untuk memastikan organisasi tetap adaptif, solid, dan responsif terhadap tantangan tugas ke depan.
“Mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Polri adalah hal yang wajar sebagai bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme anggota dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Isir, Senin (2/3/2026).
Ia juga berharap para pejabat yang mendapatkan amanah baru dapat segera beradaptasi dan menunjukkan dedikasi serta integritas tinggi dalam menjalankan tugasnya, sehingga dapat berkontribusi dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.
Rotasi terhadap 54 perwira ini dinilai sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam memperbaiki citra institusi serta meningkatkan profesionalisme di era modern. Tren persepsi publik terhadap Polri menunjukkan dinamika yang signifikan dalam satu dekade terakhir.
Menurut survei Indikator Politik Indonesia, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri meningkat dari sekitar 57,6 % pada April 2014 hingga mencapai puncaknya 80,2 % pada November 2021, yang merupakan capaian tertinggi sejak survei tersebut pertama kali dilakukan. Tren ini sempat mengalami fluktuasi, termasuk pada 2022–2023, ketika kepercayaan publik tercatat di angka 70,8 % pada Februari–Maret 2023.
Data terbaru pada 2024 juga menunjukkan tren positif: survei Litbang Kompas mencatat citra Polri meningkat menjadi 73,1 % pada Juni 2024 sebagai respons publik terhadap peningkatan kinerja dan layanan kepolisian.
Memasuki 2025, hasil survei Litbang Kompas periode Oktober 2025 mencatat bahwa 76,2 % masyarakat menyatakan “percaya” atau “sangat percaya” terhadap Polri, menunjukkan tren pemulihan citra setelah sempat menurun akibat peristiwa sosial yang memengaruhi opini publik.
Rangkaian data ini menggambarkan bahwa meskipun citra Polri mengalami naik turun dalam sepuluh tahun terakhir, secara keseluruhan institusi kepolisian terus mencatatkan tren kepercayaan yang cukup tinggi di mata masyarakat. Mutasi besar-besaran dan penugasan pejabat baru dipandang sebagai bagian dari strategi memperkuat dedikasi, integritas, serta profesionalisme institusi dalam memberikan pelayanan publik yang lebih baik.
Sumber Data dan Informasi:
Survei Indikator Politik Indonesia – tren kepercayaan publik terhadap Polri (2014–2023).
Hasil survei Indikator: peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri 70,8 % (2023).
Survei Litbang Kompas – kepercayaan masyarakat terhadap Polri 76,2 % per Oktober 2025.
Survei Litbang Kompas citra positif Polri meningkat di 2025.
Survei Litbang Kompas hasil 2024 citra Polri mencapai 73,1 %.






