Terkunci di Dalam Rumah Saat Buka Puasa, Pria di Jember Minta Bantuan Damkar

Jember, HeadlineJatim.com– Seorang pria bernama Ilham (35), warga Komplek Perumahan Cluster Baratan Permai II F-5, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Terpaksa meminta bantuan petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat), setelah dirinya panik akibat terkunci di dalam rumahnya sendiri saat waktu berbuka puasa, Senin (2/3/2026) malam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.29 WIB dan langsung ditangani oleh Regu A Damkarmat Mako Pemkab Jember.

Read More

Anggota Regu A Damkar dan Penyelamatan Mako Pemkab Jember, Hary Aksarawan, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika korban keluar rumah untuk membeli makanan guna berbuka puasa. Namun saat kembali, gembok pagar rumahnya malah tidak dapat dibuka.

“Tadi kronologinya itu, korban keluar rumah membeli makanan untuk berbuka puasa. Setelah pulang, ternyata gembok pagar rumahnya tidak bisa dibuka. Mungkin karena panik dan waktu berbuka sudah dekat,” ujar Hary saat dikonfirmasi sejumlah wartawan usai memberikan pertolongan.

Karena tidak berhasil membuka gembok dari luar, Ilham kemudian menuju rumah orang tuanya yang jaraknya tidak jauh dari tempat tinggalnya itu, untuk meminjam tangga.

Dengan menggunakan tangga tersebut, kata Hary, ia memanjat pagar dan masuk ke dalam rumahnya melalui bagian atas pagar yang terkunci.

Setelah berbuka puasa, korban berupaya membuka gembok pagar dari dalam rumah. Ia mencoba memukul gembok menggunakan palu beberapa kali, namun tidak membuahkan hasil.

Selama kurang lebih 30 menit, lebih lanjut kata Hary, korban berusaha membuka paksa gembok tersebut. Situasi semakin membuatnya panik karena pagar tetap tidak bisa dibuka, sementara ia berada di dalam rumah.

Adik korban yang datang menjenguk kemudian menyarankan agar Ilham menghubungi petugas Damkar untuk meminta bantuan. Laporan pun diterima petugas sekitar pukul 19.29 WIB, dan dalam waktu kurang lebih 10 menit, empat personel Damkar tiba di lokasi.

“Dari luar pagar memang sulit menjangkau posisi gembok yang ada di dalam. Setelah kami berkoordinasi dan mendapat izin dari pemilik rumah, kami naik ke atas mobil rescue untuk memanjat pagar dan masuk ke dalam rumah,” jelas Hary.

Setelah berhasil masuk, petugas menggunakan gunting khusus untuk memotong gembok yang terkunci. Proses pembukaan gembok berlangsung cepat, kata Hary, sekitar dua hingga tiga menit, hingga akhirnya pagar dapat dibuka dan situasi dinyatakan aman.

Menurut Hary, hasil pemeriksaan menunjukkan kemungkinan gembok tersebut sudah berkarat sehingga sulit dibuka. Kondisi pagar dan gembok yang sering terkena hujan serta kemasukan air diduga menjadi penyebab utama.

“Kemungkinan gemboknya berkarat. Kami sarankan agar gembok yang sering terkena hujan diberikan semprotan anti karat secara berkala supaya tidak macet seperti ini,” tambahnya.

Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam kejadian tersebut. Usai memastikan kondisi aman, petugas Damkar kembali ke Mako untuk bersiaga mengantisipasi kejadian darurat lainnya.

“Mungkin dari kejadian ini, bisa menjadi pembelajaran. Agar gembok yang sering terkena hujan, dan berada di luar ruangan jangan sampai berkarat. Proses membuka gembok tidak lama, kurang lebih 2-3 menit,” pungkas Hary.

Related posts