Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih Berikan Beasiswa S1 kepada Ratusan Mitra Driver dan Keluarga

Momen hangat kebersamaan perwakilan penerima Beasiswa Gojek 2026 bersama jajaran Manajemen GoTo dan Yayasan GoTo Merah Putih (YGMP).

(Baris bawah kiri ke kanan: Bambang A.W, Sekretaris YGMP; Amelia Calista, Ketua YGMP; Tim YGMP; Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo dan Tim YGMP lainnya)

JAKARTA, HeadlineJatim.com — Yayasan GoTo Merah Putih (YGMP) bersama Gojek secara resmi mengumumkan daftar penerima Beasiswa Gojek 2026 Gelombang 2 melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pada gelombang ini, lebih dari 75 mitra driver beserta anak mitra dari berbagai wilayah di Indonesia berhasil meloloskan diri untuk mendapatkan bantuan pendidikan tinggi.

Dengan penambahan tersebut, akumulasi total penerima manfaat Beasiswa Gojek 2026 kini telah menyentuh angka lebih dari 150 mitra driver dan anak mitra. Angka tersebut mencatatkan lonjakan pertumbuhan yang signifikan, yakni meningkat lebih dari lima kali lipat jika dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya.

Pemberian beasiswa pada fase kedua ini sekaligus menyusul kesuksesan gelombang pertama pada April lalu. Pada gelombang pertama, program ini sukses mengantarkan 75 anak mitra ke berbagai universitas negeri ternama melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Tonggak Baru Perluasan Manfaat dan Fokus Kampus Top

Tahun ini menandakan tonggak baru bagi program kesejahteraan ekosistem GoTo. Untuk pertama kalinya, cakupan penerima manfaat diperluas tidak hanya menyasar anak mitra, melainkan juga membuka pintu bagi para mitra driver Gojek aktif yang ingin melanjutkan studi.

Selain perluasan subjek, penerimaan beasiswa tahun ini difokuskan pada sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) unggulan di tanah air, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), hingga Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tingginya antusiasme tecermin dari masuknya ribuan berkas pendaftar dari berbagai kota, baik calon mahasiswa baru maupun mereka yang sudah berstatus mahasiswa aktif. Berdasarkan data alokasi keilmuan, sebanyak 54,76% penerima beasiswa diterima di program studi SAINTEK (Sains dan Teknologi), sedangkan 45,24% sisanya tersebar di program studi SOSHUM (Sosial Humaniora).

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, menjelaskan bahwa perluasan jangkauan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan korporasi terhadap peningkatan taraf hidup mitra.

“Perluasan Program Beasiswa Gojek merupakan wujud apresiasi dan komitmen kami untuk terus mendorong kesejahteraan para mitra driver dan keluarga. Kami paham bahwa di balik setiap perjalanan yang ditempuh teman-teman mitra setiap hari, ada mimpi masa depan yang sedang diperjuangkan. Melalui akses pendidikan yang lebih luas, kami berharap dapat membuka lebih banyak peluang bagi mereka untuk terus tumbuh dan meraih kehidupan yang lebih baik.” ujar Hans Patuwo.

Inspirasi Ketangguhan dan Dukungan Keluarga

Salah satu penerima Beasiswa Gojek 2026, Nadira Aisha Malva, anak mitra driver Gojek yang
berhasil diterima menjadi mahasiswa di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Proses seleksi ribuan pendaftar ini menyisakan banyak cerita perjuangan keras dari keluarga besar pengemudi ojek daring tersebut. Ketua Yayasan GoTo Merah Putih, Amelia Callista, mengapresiasi daya juang para peserta yang terpilih.

“Di balik ribuan pendaftar yang kami terima tahun ini, terpilih 150 penerima Beasiswa Gojek yang merupakan putra-putri terbaik bangsa dan berhasil diterima di berbagai universitas negeri terbaik di Indonesia. Dari semuanya, terdapat begitu banyak kisah tentang ketekunan, kerja keras, dan semangat untuk terus melangkah maju. Kami juga melihat bagaimana dukungan keluarga menjadi kekuatan utama yang membantu para pendaftar melewati berbagai tantangan dan kegagalan, hingga akhirnya berhasil menggapai kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Semangat inilah yang menjadi inspirasi bagi kami untuk terus menghadirkan program yang dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas,” lanjut Amelia.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Simon Vega Rumaijuk, seorang mitra driver Gojek aktif yang membuktikan bahwa keterbatasan waktu kerja paruh waktu bukan halangan untuk mencetak prestasi. Ia berhasil lolos ke Program Studi S1 Pendidikan Musik di Universitas Negeri Medan (UNIMED).

“Saya sangat bersyukur mendapatkan Beasiswa Gojek. Dukungan ini membuat saya bisa lebih fokus menjalani perkuliahan dan mengembangkan kemampuan di bidang musik. Saya berharap suatu hari nanti dapat membanggakan orang tua dan keluarga melalui pendidikan yang saya tempuh,” ujar Simon.

Cerita kebangkitan juga diutarakan oleh Rahma Aqilah Haziqah, anak dari mitra driver Gojek yang sempat terpukul akibat gagal dalam jalur SNBP, namun berhasil membalikkan keadaan melalui jalur ujian tulis (UTBK) hingga menembus Fakultas Farmasi Universitas Indonesia.

“Saya terinpirasi dari ketangguhan ayah sebagai mitra driver Gojek. Beasiswa Gojek ini hadir di waktu yang tepat sehingga saya bisa lebih fokus mengejar cita-cita berkarier di bidang research and development obat dan kosmetik tanpa menambah beban orangtua. Ke depan, saya ingin belajar dengan sungguh-sungguh, lulus dengan baik, dan membanggakan kedua orangtua saya,” jelas Rahma.

Langkah perluasan jangkauan beasiswa ini diharapkan dapat membangun akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif di dalam ekosistem pekerja informal Indonesia.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih mendalam mengenai program ini, platform resmi telah disediakan melalui tautan gjk.id/beasiswagojek.

Related posts