SIDOARJO, HeadlineJatim.com– Semangat membangun desa dari pinggiran menggema dalam diskusi “Kopilaborasi” bertajuk Narasi Desa: Expose Potensi Lewat Cerita dan Karya yang digelar Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas) di Teras Manazela, Desa Klopo Sepuluh, Sukodono, Rabu (22/4/2026) malam.
Acara yang menggandeng Diskominfo dan Komisi B DPRD Sidoarjo ini menjadi panggung bagi para pemuda desa untuk memamerkan inovasi lokal di tengah gempuran disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Salah satu cerita inspiratif datang dari Ilyas, pemuda Desa Jogosatru, Sukodono. Ia berhasil mengubah citra negatif desanya yang dulu dicap sebagai “desa korak” (preman) menjadi desa wisata budaya melalui konten video kreatif.
”Saya ingin mengubah pandangan itu lewat apa yang saya bisa, yaitu foto dan video. Kami memviralkan Pasar Legi Jogosatru, tempat warga bisa menemukan kuliner tradisional khas Sidoarjo yang mulai langka. Kini banyak orang penasaran dan datang ke desa kami,” ungkap Ilyas antusias.
Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan (Mas Wawan), yang hadir sebagai narasumber, mengajak pemuda untuk tidak takut bereksperimen. Menurutnya, kreativitas adalah modal utama agar desa menjadi buah bibir positif di tingkat nasional.
”Jangan berpangku tangan. Pemuda yang lemah adalah mereka yang tidak berbuat apa-apa untuk tempat tinggalnya. Lakukan inovasi apa saja selama tidak melanggar syariat dan hukum negara,” tegas politikus PKB tersebut.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Sidoarjo, Eri Sudewo, mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi digital. Ia menekankan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, peran manusia akan banyak bersinggungan dengan AI.
”Jangan hanya asyik bermain media sosial atau game, asahlah skill menghadapi disrupsi teknologi agar tidak jadi penonton di negeri sendiri. Pemkab telah memfasilitasi internet gratis di hampir seluruh desa untuk mendukung aktivitas Kelompok Informasi Masyarakat (KIM),” jelas Eri.
Ketua Forwas, H.M Taufik, menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan ruang bagi pemuda desa untuk berekspresi. Ia mengusulkan agar lomba kreatif seperti penulisan narasi desa dan video profil rutin digelar guna memantik perhatian publik.
Diskusi yang berlangsung hangat selama tiga jam tersebut juga memunculkan potensi lain, seperti keberhasilan Gapoktan Desa Suko dalam mengelola kebun hidroponik dan budidaya ikan mandiri. Melalui narasi yang tepat, potensi-potensi lokal ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi desa secara berkelanjutan.






