Tangkapan layar cctv rumah Wiwik.
SIDOARJO, HeadlineJatim.com– Ketenangan keluarga Ibu Wiwik Winarti serta warga Desa Jogosatru RT 1/RW 1, Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur kembali terusik. Setelah sebelumnya sempat viral akibat konflik pembuangan kotoran oleh Masriah, kini Wiwik mengungkapkan bahwa aksi gangguan dalam bentuk lain masih terus terjadi di kediamannya.
Wiwik mengungkapkan bahwa Masriah kini beralih membuang sampah di jalan umum dan area paving yang bersinggungan langsung dengan akses keluar-masuk rumahnya. Meski tidak lagi tepat di depan gerbang utama seperti sebelumnya, tumpukan sampah tersebut tetap mengganggu kenyamanan dan estetika lingkungan.
”Dia (Masriah) sekarang buangnya di jalanan umum, di paving. Sepertinya tidak peduli, yang penting tidak persis di depan gerbang saya. Tapi itu tetap jalan yang saya lewati setiap hari,” ujar Wiwik saat ditemui di kediamannya.
Menurut Wiwik, jenis sampah yang dibuang kian beragam. Selain sampah rumah tangga kering dan basah yang menimbulkan bau menyengat, ia juga menemukan bungkusan plastik yang diduga kuat berisi air kencing.
”Pernah ada dua plastik kuning di depan gerbang. Cucu saya yang tahu sepulang sekolah. Baunya sangat menyengat, bau pesing. Ya, akhirnya saya siram sendiri pakai air karena keluarga saya yang terganggu baunya,” lanjutnya dengan nada pasrah.
Selain air kencing, Wiwik juga sempat menemukan bekas ceceran oli dan sisa makanan yang dibungkus kertas minyak di area sekitar rumahnya. Aksi ini disinyalir sudah terjadi sejak masa Ramadan hingga setelah Hari Raya Idulfitri lalu.
Meski merasa terusik, Wiwik mengaku lebih memilih untuk mengalah dan membersihkan sendiri sisa-sisa sampah tersebut guna menghindari konflik yang lebih besar. Ia menilai tindakan Masriah tersebut dilakukan secara sengaja namun sulit untuk diajak berkomunikasi secara baik-baik.
”Saya mengalah saja daripada ramai terus. Kalau terlalu menumpuk dan berbau, biasanya saya bersama warga lain yang membakar atau membersihkannya. Yang penting sekarang tidak separah dulu,” pungkasnya.
Hingga saat ini, kondisi di sekitar lokasi tetap dalam pantauan warga sekitar agar gangguan serupa tidak semakin merugikan kenyamanan publik.






