Terpeleset di Puncak Ijen, Wisatawan Asal Bogor Dievakuasi Polisi Gunakan Troli Penambang

BANYUWANGI, HeadlineJatim.com- Nasib nahas menimpa Ruri Purwandani (42), seorang wisatawan sekaligus pemudik asal Bogor Timur, Kota Bogor, saat menikmati libur Lebaran di Kawah Ijen, Banyuwangi. Korban mengalami cedera serius pada bagian kaki usai terpeleset di jalur pendakian dan harus dievakuasi petugas kepolisian, Rabu (25/3/2026).

​Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB di titik persimpangan antara jalur menuju Blue Fire dan jalur atas arah titik Sunrise. Saat kejadian, korban bersama keluarganya tengah dalam perjalanan turun setelah melakukan pendakian.

Read More

​Kapolsek Licin, AKP Karyadi, menjelaskan bahwa korban diduga kehilangan keseimbangan akibat kondisi jalur yang licin dan padat oleh wisatawan saat puncak musim liburan.

​“Korban terpeleset saat berjalan turun. Jalur di titik tersebut memang cukup rawan, apalagi pada pagi hari kondisi tanah berpasir dan batuan menjadi sangat licin karena embun,” ujar AKP Karyadi.

​Akibat kejadian ini, korban yang berprofesi sebagai PNS tersebut mengalami cedera pada pergelangan kaki kanan (engkel) sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan secara mandiri.

​Mendapat laporan dari keluarga korban, petugas yang berjaga di Pos Pengamanan Paltuding langsung bergerak cepat menuju lokasi. Mengingat medan yang curam dan sempit, petugas memutuskan menggunakan metode evakuasi tradisional namun efektif.

​“Kami mengevakuasi korban menggunakan troli kayu yang biasa digunakan jasa angkut wisatawan atau penambang. Ini cara paling efektif mengingat medan ekstrem yang tidak memungkinkan kendaraan masuk,” terang Karyadi.

​Proses evakuasi dari puncak menuju kaki gunung di Paltuding berjalan lancar berkat kerja sama antara petugas kepolisian, masyarakat, dan jasa angkut lokal.

​Setibanya di pos bawah Paltuding, korban langsung mendapatkan penanganan medis awal sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

​“Korban langsung kami bawa menggunakan ambulans menuju RSUD Blambangan untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Kondisi korban saat ini dilaporkan stabil namun masih dalam penanganan tim dokter,” tegasnya.

​Menutup keterangannya, AKP Karyadi mengimbau kepada seluruh wisatawan agar lebih waspada, terutama saat kondisi jalur ramai. Ia menekankan pentingnya penggunaan alas kaki yang sesuai standar pendakian dan penggunaan jasa pendamping jika merasa ragu dengan medan.

​“Kami harap pengunjung tidak memaksakan diri jika kondisi fisik kurang fit. Kewaspadaan di titik-titik rawan seperti persimpangan dan jalur menurun adalah kunci keselamatan bersama,” pungkasnya.

Related posts