Foto ilustrasi oleh tim Grafis
Banyuwangi, HeadlineJatim.com– Kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram masih menghantui sejumlah wilayah di Banyuwangi pada hari kedua Lebaran. Warga terpaksa berburu gas melon ke berbagai tempat, bahkan harus merogoh kocek lebih dalam karena harga di tingkat pengecer tembus hingga Rp 45 ribu per tabung.
Di lapangan, kondisi ini dikeluhkan warga. Wati (36), warga Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, mengaku terpaksa membeli LPG dengan harga jauh di atas normal karena kebutuhan memasak.
“Saya baru beli Jumat pas H-1 Lebaran. Itu tinggal satu-satunya di pengecer, harganya Rp 42 ribu. Mau tidak mau saya beli, daripada tidak bisa masak,” ujar Wati, Minggu (22/3/2026).
Ia mengaku sebelumnya sudah berkeliling ke dua pangkalan resmi, namun tidak mendapatkan stok LPG subsidi. “Sudah coba ke pangkalan, tapi kosong semua. Jadi ya terpaksa beli mahal,” imbuhnya.
Keluhan serupa disampaikan Atha Shinta (32), pemudik asal Sidoarjo yang sedang berada di Genteng. Ia bahkan mengaku kaget saat diminta membayar Rp 45 ribu di pangkalan.
“Saya ke pangkalan langsung, katanya barang ada, tapi harganya Rp 45 ribu. Ya saya tidak jadi beli. Di Sidoarjo saja cuma Rp 20 ribu,” kata Atha.
Penelusuran di lapangan menunjukkan kondisi kelangkaan memang terjadi di tingkat bawah. Di sejumlah pangkalan di wilayah Genteng Wetan, terlihat tulisan “LPG Kosong” terpampang di depan kios. Kondisi serupa juga ditemui di beberapa agen di Desa Setail, di mana stok gas melon dilaporkan habis.
Saat menyisir wilayah Pandan, Tegalsari, hingga Genteng, hanya segelintir pengecer yang masih memiliki stok. Itu pun dengan harga yang melonjak. Di salah satu pengecer di Genteng Wetan, LPG 3 kg dijual Rp 45 ribu per tabung.
“Gelem? Iki enek, Rp 45 ewu. Kari siji,” ucap pemilik toko berinisial MO, menawarkan sisa satu tabung kepada pembeli.
Sementara di toko ritel 24 jam di wilayah Tegalsari, LPG dijual lebih rendah, namun tetap di atas harga normal, yakni Rp 35 ribu. “Stok terbatas. Katanya barang baru datang dua hari lagi, itu juga belum pasti,” ujar penjaga toko.
Temuan di lapangan ini berbanding terbalik dengan pernyataan pihak Pertamina Patra Niaga yang sebelumnya mengklaim telah menambah pasokan LPG 3 kg hingga 172 ribu tabung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Idul Fitri 1447 Hijriah di Banyuwangi.
Meski pasokan disebut ditambah, fakta di lapangan menunjukkan distribusi belum merata. Warga pun berharap ada pengawasan lebih ketat agar harga LPG subsidi tetap sesuai dengan ketentuan dan tidak memberatkan masyarakat kecil.






