Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Komisaris besar Polisi, Iwan Saktiadi.(Istimewa)
Surabaya, HeadlineJatim.com – Menjelang malam Idulfitri 2026, Polda Jawa Timur mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat agar tidak menggelar takbir keliling di jalan raya. Imbauan ini muncul di tengah meningkatnya mobilitas warga dan potensi kerawanan yang ikut menyertainya.
Langkah tersebut ditegaskan dalam Apel Gelar Siaga Malam Takbir yang menjadi bagian dari kesiapan pengamanan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026. Melalui apel ini, kepolisian memastikan seluruh personel siap menghadapi dinamika yang biasanya meningkat menjelang hari raya.
Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Komisaris besar Polisi, Iwan Saktiadi, menjelaskan bahwa malam takbir memang menjadi tradisi yang lekat dengan masyarakat. Namun, di sisi lain, pola perayaan yang dilakukan dengan berkonvoi di jalan raya dinilai menyimpan risiko yang tidak kecil.
Karena itu, ia mengimbau agar pelaksanaan takbir cukup dilakukan di lingkungan masing-masing, seperti di masjid atau musala. Selain lebih khidmat, cara ini juga dinilai mampu meminimalkan potensi gangguan keamanan dan keselamatan.
Lebih jauh, Iwan menyoroti bahwa penggunaan kendaraan terbuka dalam takbir keliling kerap memicu persoalan di lapangan. “Potensinitu ada, mulai dari risiko kecelakaan lalu lintas hingga kemungkinan terjadinya gesekan antar kelompok, terutama ketika arus kendaraan sedang padat,” ujarnya
Situasi ini menjadi semakin krusial mengingat pergerakan masyarakat saat ini terus meningkat. Data dari sejumlah gerbang tol menunjukkan adanya kenaikan volume kendaraan sekitar 10 persen, yang berdampak pada kepadatan di sejumlah titik, khususnya di rest area dan jalur utama mudik.
Meski demikian, kondisi lalu lintas di wilayah Jawa Timur secara umum masih terpantau terkendali. Beberapa perlambatan memang terjadi, namun belum sampai menimbulkan kemacetan yang signifikan.
Seiring dengan peningkatan aktivitas tersebut, kepolisian juga telah menyiapkan langkah antisipatif melalui penggelaran pos pengamanan di berbagai titik strategis. Total sebanyak 168 pos pengamanan, 42 pos pelayanan, dan 24 pos terpadu dioperasionalkan untuk memastikan masyarakat tetap merasa aman.
Dengan berbagai upaya ini, Polda Jatim berharap masyarakat dapat merayakan malam takbir dengan lebih bijak. Esensi perayaan tetap terjaga, tanpa harus mengorbankan keselamatan di jalan raya.
Pada akhirnya, momen Idulfitri diharapkan tidak hanya menjadi perayaan kemenangan, tetapi juga berlangsung dalam suasana yang aman, tertib, dan penuh ketenangan bagi seluruh masyarakat.






