Ilustrasi oleh tim grafis.
Surabaya, HeadlineJatim.com— Euforia perayaan Idulfitri 1447 H sering kali identik dengan hidangan khas yang kaya akan santan, lemak, dan gula. Namun, masyarakat diingatkan untuk tetap waspada dan menjaga pola makan agar momen kemenangan ini tidak berubah menjadi ancaman bagi kesehatan.
Transisi dari pola makan puasa selama sebulan penuh ke pola makan normal di hari raya memerlukan adaptasi tubuh yang tepat. Jika tidak dikontrol, lonjakan asupan kalori secara tiba-tiba dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan hingga kekambuhan penyakit kronis seperti hipertensi dan kolesterol tinggi.
Waspadai “Hidden Hunger” dan Lonjakan Gula
Mengutip laporan kesehatan dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI (Sehat Negeriku), pola makan yang tidak terkontrol saat Lebaran sering kali menjadi pemicu utama meningkatnya kunjungan pasien ke fasilitas kesehatan akibat keluhan asam urat dan gula darah tinggi.
Pakar kesehatan menekankan pentingnya prinsip Gizi Seimbang atau “Isi Piringku”. Masyarakat disarankan untuk tetap menyisipkan sayuran dan buah-buahan di antara menu opor ayam atau rendang guna memenuhi kebutuhan serat yang membantu mengikat lemak jahat.
Panduan Gizi Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
Secara internasional, World Health Organization (WHO) dalam panduan pola makan sehatnya menekankan pentingnya membatasi asupan garam, lemak jenuh, dan gula tambahan. WHO menyarankan agar asupan gula bebas tidak melebihi 10 persen dari total asupan energi harian untuk mencegah obesitas dan diabetes tipe 2.
“Kunci utama adalah moderasi. Kita boleh menikmati hidangan khas Lebaran, namun dalam porsi yang terkendali dan tidak berlebihan,” tulis panduan gizi tersebut.
Tips Praktis Tetap Sehat Saat Lebaran
Untuk menjaga pola makan saat Idulfitri, berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan:
- Atur Porsi Makan: Gunakan piring yang lebih kecil untuk membantu mengontrol porsi makanan yang masuk.
- Perbanyak Air Putih: Hindari minuman bersoda atau terlalu manis. Air putih membantu melancarkan pencernaan dan memberikan efek kenyang lebih lama.
- Kunyah Perlahan: Proses mengunyah yang lama memberikan waktu bagi otak untuk menerima sinyal kenyang, sehingga mencegah keinginan makan berlebih.
- Tetap Aktif: Luangkan waktu untuk berjalan kaki atau melakukan aktivitas fisik ringan di sela-sela silaturahmi.
Menjaga kesehatan di hari yang fitri adalah bentuk syukur atas nikmat umur dan kesejahteraan. Dengan pola makan yang bijak, kita dapat merayakan Idulfitri dengan penuh kebahagiaan tanpa dihantui risiko penyakit pasca-Lebaran.






