JEMBER, HeadlineJatim.com — Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jember memadati Kampus Universitas Islam Jember (UIJ), Selasa (12/5/2026) malam. Kehadiran mereka bertujuan untuk menyaksikan pemutaran dan diskusi film dokumenter Pesta Babi Papua yang menyoroti isu-isu krusial di Bumi Cendrawasih.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum UIJ ini menjadi ruang bagi kaum intelektual muda untuk membedah ketidakadilan, eksploitasi alam, hingga pembatasan arus informasi di Papua secara akademis.
Ketua BEM Hukum UIJ, Ainul Yaqin, menjelaskan bahwa pemutaran film ini dipicu oleh kegelisahan mahasiswa terhadap narasi tunggal mengenai Papua yang berkembang di publik.
“Mahasiswa perlu menganalisis secara kritis mengapa film ini dianggap kontroversial. Apakah memang bermasalah atau justru sengaja dikontroversialkan untuk menutup realita di lapangan,” ujar Ainul usai kegiatan.
Kegiatan ini pun menarik minat elemen mahasiswa lintas kampus, mulai dari UIN KHAS Jember, Universitas Jember (UNEJ), Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, hingga perwakilan mahasiswa dari IPB Bogor.
Soroti Ketimpangan dan Praktik “State Capitalism”
Dalam diskusi tersebut, hadir Direktur Eksekutif PAR Alternatif, Andi Saputra, sebagai pemantik. Pria yang akrab disapa Bung Andi ini membedah adanya upaya sistematis dalam menutup ruang dialog melalui framing bahasa dan pelabelan tertentu yang justru menjauhkan solusi perdamaian.
Andi juga memaparkan temuan mengenai eksploitasi sumber daya alam secara masif di Papua yang ia sebut sebagai praktik state capitalism atau kapitalisme negara.
“Yang terjadi di sana adalah ekosida, kerusakan lingkungan secara masif yang dijaga oleh kekuatan bersenjata. Film Pesta Babi ini membuka data mengenai keterlibatan korporasi besar dalam perusakan hutan adat,” ungkap mantan Ketua IMM Jember tersebut.
Menurutnya, pendekatan represif yang selama ini digunakan negara justru berisiko mempercepat radikalisasi di tanah Papua. Harapannya, publik memiliki kesadaran baru bahwa rakyat Papua mengalami tekanan luar biasa.
Roadshow Nobar di Kampus Jember
Ainul Yaqin menambahkan bahwa kegiatan ini membuktikan iklim demokrasi di Jember masih terjaga dengan baik, mengingat acara berlangsung kondusif tanpa gangguan keamanan.
BEM Hukum UIJ menekankan bahwa diskusi ini merupakan langkah awal dari rangkaian roadshow di berbagai kampus di Jember.
“Setelah UIJ, rencananya pada Rabu (13/5/2026) malam ini kami akan kembali menggelar nonton bareng di Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, dan berlanjut ke kampus-kampus lainnya,” kata Andi.
Melalui gerakan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu merawat kesadaran kritis dalam menyikapi setiap bentuk ketidakadilan di Indonesia.






