PLN Bawa Terang ke Jantung Meru Betiri, Dusun Bandealit Kini Tak Lagi Gelap

Kawasan Konservasi Taman Nasional Meru Betiri Sumber : indonesiatraveler.id

Jember, headlinejatim.com – Di tengah lebatnya hutan konservasi Taman Nasional Meru Betiri, sebuah harapan baru mulai menyala. Tepat di Dusun Bandealit, Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur resmi memulai pembangunan jaringan listrik yang telah lama dinantikan warga. Momentum ini bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, Kamis (5/6/2025), sebagai simbol nyata energi keadilan untuk semua.

Kegiatan diawali dengan penanaman tiang listrik pertama oleh General Manager PLN UID Jatim, Ahmad Mustaqir, bersama Bupati Jember Muhammad Fawait, Balai Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), unsur DPRD Jember, dan sejumlah stakeholder lainnya.

Read More

“Ini bukan hanya tentang menyalakan lampu, tapi menyalakan kehidupan. Listrik adalah hak, bukan kemewahan. Inilah bentuk nyata keadilan energi bagi masyarakat terluar,” tegas Ahmad Mustaqir.

Penanaman tiang pertama di Dusun Bandealit oleh General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait

Proyek ini mencakup pembangunan jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang ±12 kilometer, menggunakan kabel jenis MVTIC yang tahan terhadap kondisi ekstrem kawasan konservasi. Hingga awal Juni ini, progres fisik telah mencapai sekitar 35 persen, dengan target rampung sebelum 17 Agustus 2025 sebagai kado kemerdekaan ke-80 RI.

Jika selesai sesuai jadwal, jaringan ini akan melayani 357 calon pelanggan di Dusun Bandealit, wilayah terpencil yang selama ini hanya mengandalkan genset dan lampu minyak untuk penerangan malam hari.

Dusun Terpencil yang Kini Punya Masa Depan Terang

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyebut masuknya listrik ke Bandealit sebagai awal perubahan besar. “Dusun ini adalah permata tersembunyi Jember. Dengan listrik, kita membuka akses untuk pendidikan, pertanian modern, UMKM, dan potensi besar ekowisata. Ini bukan sekadar pembangunan, tapi revolusi sunyi yang akan mengubah masa depan warga,” ujar Fawait.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Jember, Ahmad Halim, menekankan pentingnya dukungan legislatif terhadap inisiatif seperti ini. “Kami ingin pembangunan menjangkau semua lapisan, termasuk masyarakat di batas hutan. Pembangunan tak boleh berhenti di kota,” katanya.

Dusun Bandealit selama ini dikenal sebagai pintu gerbang menuju keindahan liar Meru Betiri, rumah bagi satwa langka seperti macan tutul jawa dan penyu. Namun, keterbatasan akses energi membuat potensi ekowisata di kawasan ini belum tergarap optimal.

Dengan masuknya listrik, PLN berharap akan muncul geliat ekonomi baru. Mulai dari penginapan ramah lingkungan, pengolahan hasil pertanian, hingga pengembangan UMKM lokal.

“Dari kawasan konservasi, kita bangun pusat pertumbuhan baru. Listrik ini bukan akhir, tapi awal dari banyak kemungkinan,” ujar Ahmad Mustaqir mengakhiri sambutannya.

Related posts