Surabaya, headlinejatim.com— Di tengah sorotan publik terhadap akuntabilitas BUMN dalam menjalankan peran sosial, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur justru menjawabnya dengan tindakan konkret. Melalui dana zakat yang dikumpulkan dari para pegawainya dan dikelola oleh Yayasan Baitul Maal (YBM PLN), PLN UID Jatim menggelar program “Muharram Bercahaya 1447 H”, berupa layanan khitan sehat gratis untuk 250 anak dari keluarga prasejahtera.
Tak hanya sebatas aksi seremonial, kegiatan ini menyasar kebutuhan dasar yang kerap tertunda karena keterbatasan biaya: khitan yang aman, higienis, dan bermartabat. Kolaborasi dengan Rumah Sakit Wiyung Sejahtera menghadirkan metode modern smart klamp yang minim risiko, tanpa jahitan, dan lebih nyaman bagi anak-anak.
Lebih dari sekadar tindakan medis, program ini juga memberi dampak langsung. Selain layanan khitan, peserta mendapatkan paket tas sekolah, alat tulis, dan santunan tunai — menyentuh aspek psikososial dan pendidikan sekaligus.
General Manager PLN UID Jatim, Ahmad Mustaqir, menegaskan bahwa seluruh pembiayaan program berasal dari zakat para pegawai muslim PLN, bukan anggaran korporasi. Ini menjadi bentuk pertanggungjawaban sosial yang berbasis nilai spiritual dan kemanusiaan.
“Kami yang justru berterima kasih kepada para orang tua yang mempercayakan anak-anaknya. Dana zakat ini bukan sekadar angka, tapi amanah yang kami salurkan dalam bentuk layanan nyata,” ujarnya.
Namun, di balik program ini juga tersirat pesan penting: perlunya sistem CSR dan filantropi korporat yang tak sekadar bersifat elitis atau simbolik, tetapi mengakar dan menjangkau kebutuhan riil masyarakat, terutama di tengah tekanan ekonomi saat ini.
Direktur RS Wiyung Sejahtera, dr. Bajar, menyampaikan bahwa metode yang digunakan memberikan efisiensi medis dan kenyamanan pasien. Kontrol lanjutan pun telah dijadwalkan agar peserta tidak ditinggal begitu saja pasca tindakan.
Dari sisi penerima manfaat, testimoni datang dari Abdul Hadi, pedagang kecil asal Surabaya yang anaknya menjadi peserta khitan.
“Kalau bayar sendiri, berat sekali. Ini sangat membantu, apalagi pelayanannya bagus dan anak saya tidak rewel,” ujarnya dengan mata berkaca.
PLN melalui YBM tidak hanya membagikan bantuan, tapi memperlihatkan bahwa kehadiran korporasi di tengah masyarakat harus terukur, berdampak, dan berpihak pada kelompok yang paling rentan. Dalam konteks inilah, “Muharram Bercahaya” bukan sekadar tajuk acara, melainkan wujud energi kebaikan yang menyala di tengah kehidupan warga.






