Abaikan Larangan Ibu Keluar Jelang Magrib, Pemuda di Jember Tewas Tertemper KA

Kondisi motor korban stelah tertabrak kereta.(Hatta)

JEMBER, HeadlineJatim.com — Peristiwa memilukan terjadi di perlintasan sebidang tanpa penjaga kawasan Desa Bedadung, Kecamatan Pakusari, Jember, Rabu petang (13/5/2026). Seorang pemuda berinisial Rafli Eko Efendik (24), warga Kelurahan Kaliwates, meninggal dunia usai tertemper Kereta Api (KA) Sangkuriang.

Read More

Insiden nahas tersebut terjadi sekitar pukul 16.55 WIB di JPL 205, Jalan Raya Bedadung. Korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat bernopol P 3283 JM diduga kurang waspada saat menyeberangi rel kereta api.

Kronologi Kejadian di Perlintasan Tanpa Penjaga

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban melaju dari arah selatan menuju utara. Saat tiba di perlintasan sebidang, korban diduga langsung melintas tanpa memperhatikan datangnya kereta api dari arah timur.

Di saat bersamaan, melaju KA Sangkuriang relasi Ketapang (Banyuwangi) menuju Bandung. Karena jarak yang sudah sangat dekat, benturan keras tidak dapat dihindari. Korban beserta kendaraannya terpental sejauh 10 meter ke bahu rel.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Jember, Ipda Tommy Nur Alamsyah, membenarkan adanya kecelakaan kereta api di Jember tersebut.

“Benar terjadi laka di jalur perlintasan 205 Desa Bedadung antara KA Sangkuriang jurusan Banyuwangi-Bandung dengan kendaraan roda dua. Pengendara motor meninggal dunia di TKP akibat luka berat,” ujar Ipda Tommy saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Sempat Dilarang Ibu Keluar Rumah

Dibalik tragedi ini, terselip kisah menyedihkan. Tetangga korban, HR (45), mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, Rafli sempat berpamitan kepada ibunya untuk pergi minum kopi bersama rekan-rekannya.

Namun, sang ibu sempat melarang keras karena waktu sudah menunjukkan hari mulai gelap atau menjelang Magrib.

“Ibunya sempat bilang, ‘ojo budal sek, sorop’ (jangan berangkat dulu, sudah hampir Magrib). Tapi korban tetap pergi. Tidak disangka itu menjadi pertemuan terakhir mereka,” tutur HR dengan nada sedih.

Imbauan Kepolisian di Jalur Sebidang

Pihak Satlantas Polres Jember kini tengah mendalami penyebab pasti kejadian dengan mengumpulkan keterangan para saksi. Ipda Tommy kembali mengimbau masyarakat untuk ekstra waspada saat melintasi jalur kereta api, terutama yang tidak memiliki palang pintu atau penjaga.

“Kami mohon masyarakat untuk selalu berhenti sebentar, menoleh kanan dan kiri sebelum melintas. Pastikan aman dan selalu dahulukan perjalanan kereta api sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Jenazah korban telah dievakuasi petugas ke kamar mayat RSD dr. Soebandi Jember sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Related posts