Mahasiswa ITS Ciptakan ITSafe, Peta Digital Area Rawan di Kampus

Tampilan halaman depan platform ITSafe yang dirancang tim mahasiswa Departemen Teknik Geomatika ITS bersama Satgas PPK ITS.(Tangkapan layar)

SURABAYA, HeadlineJatim.com — Maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi mendorong mahasiswa Departemen Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk bertindak nyata. Mereka mengembangkan ITSafe, sebuah sistem pemetaan digital berbasis WebGIS untuk mengidentifikasi area rawan tindak asusila di lingkungan kampus.

Read More

Inovasi ini lahir dari kolaborasi Kelompok 7 Kemah Kerja Geomatika ITS bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) ITS. Sistem ini dirancang sebagai mata digital di sudut-sudut kampus yang luput dari pantauan keamanan reguler.

Ketua Satgas PPKS ITS, Prida Novarita Trisanti ST MT, menjelaskan bahwa ITSafe akan menjadi basis data penting untuk meningkatkan fasilitas keamanan kampus.

“Melalui ITSafe, kami terbantu memahami area mana yang minim penerangan, kurang CCTV, hingga lokasi yang memerlukan intensitas patroli lebih tinggi,” ujar Prida saat peluncuran sistem, Rabu (13/5/2026).

Salah satu tampilan fitur pada laman ITSafe yang dikembangkan tim mahasiswa IST berkolaborasi dengan Satgas PPK ITS.

Fitur Heatmap dan Jaminan Anonimitas Pelapor

Anggota tim pengembang, Josephine Novellia, memaparkan bahwa ITSafe tidak hanya sekadar formulir laporan. Laman ini menyajikan visualisasi data yang komprehensif, mulai dari peta persebaran titik rawan hingga analisis kondisi fisik area.

Satu hal yang menjadi prioritas utama adalah keamanan pelapor. ITSafe menjamin kerahasiaan identitas karena pelapor tidak diwajibkan mengisi data diri sensitif.

“Pelapor hanya perlu memberikan koordinat lokasi, kondisi fisik tempat tersebut, serta kronologi singkat. Identitas kami pastikan aman agar mahasiswa merasa nyaman bersuara,” terang Novellia.

Tim mahasiswa ITS perancang ITSafe (dari kiri ke kanan) Duta Satrio Wibowo, Josephine Novellia Andita, Farrel Valentino Yonata, Ananda Adellia Christina Sanctuary, dan Muhammad Farid Farhan.(Istimewa)

Data yang masuk kemudian diolah menjadi visualisasi heatmap. Fitur ini memetakan tingkat konsentrasi kerawanan berdasarkan skor yang diberikan pelapor. Semakin merah area pada peta, semakin tinggi tingkat risiko kerawanan di titik tersebut.

Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Kehadiran ITSafe diharapkan mempermudah Satgas PPKS dalam memberikan pendampingan psikologis maupun hukum bagi korban. Selain itu, sistem ini juga berkoordinasi dengan Biro Manajemen Aset (BMA) ITS untuk perbaikan infrastruktur keamanan secara berkala.

Langkah preventif ini merupakan komitmen ITS dalam mewujudkan kampus inklusif yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama pada poin kesetaraan gender (poin ke-5) serta perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh (poin ke-16).

Dengan adanya ITSafe, diharapkan tidak ada lagi celah bagi pelaku tindak asusila di kampus perjuangan, sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh sivitas akademika dalam beraktivitas

Related posts