LUMAJANG, HeadlineJatim.com – Penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Lumajang pada awal tahun 2026 menunjukkan tren positif dengan realisasi penebusan yang cukup tinggi. Kelancaran distribusi dari distributor memastikan stok di tingkat pengecer selalu tersedia bagi petani yang terdaftar.
Kondisi ini salah satunya terpantau di Kios Tani Makmur, Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun. Pemilik kios, Gus Rudy, mengungkapkan bahwa hingga akhir April 2026, pihaknya telah menyalurkan sekitar 50 ton pupuk atau 28 persen dari total alokasi tahunan sebesar 178 ton.
“Rata-rata penebusan petani mencapai 10 hingga 15 ton setiap bulan. Stok di gudang kami aman karena kiriman dari distributor CV Podo Moro selalu terkendali. Petani tidak pernah pulang dengan tangan kosong,” ujar Rudy saat ditemui, Kamis (23/4/2026).
Rudy menambahkan, perubahan tata kelola pupuk bersubsidi dalam dua tahun terakhir berdampak signifikan terhadap ketersediaan barang di awal tahun. Kini, petani bisa langsung melakukan penebusan tepat di awal pergantian kalender tanpa kendala stok seperti tahun-tahun sebelumnya.
Hingga saat ini, stok yang tersisa di gudang Kios Tani Makmur tercatat sebanyak 3.472 kg, yang terdiri dari 1.517 kg Urea, 1.035 kg NPK Phonska, dan 920 kg pupuk organik. Rudy memastikan seluruh pupuk tersebut disalurkan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah.
“Kami konsisten menerapkan HET. Petani sekarang sudah cerdas dan aktif di media sosial, mereka bisa langsung memantau harga resmi dari ponselnya masing-masing,” imbuhnya.
Kelancaran stok ini turut dirasakan manfaatnya oleh para pemilik lahan. Dian Mayasari (41), salah satu petani yang terdaftar di Gapoktan setempat, mengaku tidak pernah kesulitan mendapatkan hak pupuknya meski tinggal di pusat kota Lumajang yang berjarak 20 kilometer dari lokasi kios.
“Alhamdulillah stok di sini melimpah, jadi harganya tetap stabil sesuai HET. Urea tetap Rp112.500 per sak dan NPK Phonska Rp115.000 per sak. Biasanya permainan harga hanya terjadi kalau barang langka, tapi di sini stoknya selalu banyak,” tutur Dian.
Dengan sistem distribusi yang mulai stabil, para petani di wilayah Yosowilangun berharap kelancaran ini terus terjaga hingga memasuki musim tanam berikutnya guna mendukung produktivitas pangan di Kabupaten Lumajang.






