Jembatan Darurat Tapansari Banyuwangi Mulai Beroperasi, Khusus Untuk Sepeda Motor

BANYUWANGI, HeadlineJatim.com – Penanganan darurat pasca-amblesnya jembatan di Dusun Tapansari, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, mulai membuahkan hasil. Sebuah jembatan rangka baja portabel kini telah terpasang dan mulai dapat dilalui oleh warga sejak Kamis (23/4/2026).

Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (PU CKPP) Banyuwangi bergerak cepat memasang jembatan darurat jenis Bailey tersebut guna memulihkan mobilitas masyarakat yang sempat terputus total.

Read More

Plt. Sekretaris Dinas PU CKPP Banyuwangi, Ebta Andharisandi, mengonfirmasi bahwa pemasangan struktur jembatan rampung pada Rabu (22/4) malam. Namun, ia menegaskan bahwa akses saat ini masih dibatasi.

“Jembatan darurat sudah selesai dipasang tadi malam. Saat ini baru bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, namun baru terbatas untuk kendaraan roda dua saja,” ujar Ebta saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).

Ebta menjelaskan, jembatan sementara ini memiliki spesifikasi panjang sekitar 14 meter dengan lebar 1,5 meter. Konstruksi rangka baja yang digunakan serupa dengan jembatan darurat yang pernah dipasang di wilayah Sarongan sebelumnya.

“Jenisnya jembatan Bailey. Belum kita lakukan opname (pemeriksaan teknis menyeluruh), jadi kendaraan berat belum diperbolehkan melintas demi keamanan,” tegasnya.

Kepala Desa Sraten, Arif Rahman Wahyudi, mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam merespons keluhan warga. Meski akses masih terbatas, keberadaan jembatan sementara ini sangat membantu aktivitas ekonomi warga yang sebelumnya harus memutar jauh.

“Alhamdulillah, paling tidak warga kini bisa melintas meski harus bergantian. Harapan kami sebagai pemerintah desa, pembangunan jembatan permanen bisa segera direalisasikan agar aktivitas kembali normal sepenuhnya,” tutur Arif.

Jembatan Tapansari merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Sraten dengan wilayah Benculuk dan Tamanagung. Jembatan tersebut ambles pada Selasa lalu akibat terjangan banjir bandang, yang menyebabkan urat nadi transportasi lokal sempat lumpuh selama dua hari.

Related posts