LUMAJANG, HeadlineJatim.com – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi sebanyak enam kali dalam rentang waktu pukul 00.00 hingga 09.00 WIB pada Senin (6/4/2026).
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, Liswanto menyampaikan, bahwa seluruh letusan dapat teramati secara visual dengan ketinggian kolom abu berkisar antara 300 hingga 1.100 meter di atas puncak.
“Aktifitas Gunung Semeru terjadi pada hari Senin dengan tinggi kolom abu teramati 1.100 meter di atas puncak,” ujarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dampak yang ditimbulkan akibat erupsi tersebut.
Ia juga mengingatkan, potensi hujan abu vulkanik yang dapat terjadi di wilayah sekitar Kecamatan Pronojiwo.
“Laporan dampak sementara nihil, belum ada laporan yang masuk, tetapi jika arah angin mengarah ke barat, kemungkinan hujan abu terjadi di sekitar Pronojiwo,” katanya.
Dikatakan Isnugroho, saat ini status aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga. Dengan intensitas letusan yang masih cukup tinggi, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya.
Selain hujan abu, risiko lain yang perlu diwaspadai adalah banjir lahar, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di kawasan lereng gunung. Material vulkanik yang menumpuk akibat aktivitas erupsi berpotensi terbawa aliran air.
“Secara jumlah letusan memang masih tinggi. Ini bisa memicu banjir lahar yang membawa material cukup banyak apabila terjadi hujan deras di sekitar gunung,” ujar Isnugroho.
Dirinya juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
“Mengingat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar melebar, sementara masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun dan menjauhi area dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan,” tukasnya.






