JEMBER, HeadlineJatim.com — Suasana bahagia menjelang momen sakral di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berubah menjadi kepanikan. Sebuah insiden kebakaran jelang akad nikah di Jember melanda area dapur umum walimahan di Perumahan Griya Panti Raya, Dusun Krajan, Desa Panti, Kecamatan Panti, Jumat (22/5/2026) pagi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB atau satu jam sebelum ijab kabul tersebut diduga kuat dipicu oleh kebocoran tabung gas elpiji saat aktivitas memasak berlangsung. Akibatnya, area dapur ludes terbakar dan tiga orang warga mengalami luka bakar.
Kapolsek Panti, AKP H. Agus Idham Khalid, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa lokasi kebakaran merupakan rumah milik warga bernama Siswo, yang sengaja dipinjam oleh keluarga mempelai untuk dijadikan dapur umum persiapan tasyakuran.
“Saat warga sedang memasak untuk persiapan walimahan manten, ada tabung gas yang bermasalah kemudian diperbaiki. Namun, setelah dipasang kembali dan dicoba, api justru menyambar dan membakar area dapur,” ujar AKP Agus Idham saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Kronologi Api Merembet dan Lukai Tiga Warga
Kondisi atap dapur yang masih menggunakan rangka bambu membuat kobaran api merembet dengan sangat cepat ke ruang tengah. Sejumlah warga yang berada di dalam dapur tidak sempat menyelamatkan diri sepenuhnya hingga terkena jilatan api.
Guna melokalisasi kebakaran agar tidak merembet ke area perumahan yang padat, tim Damkarmat Regu C Mako Rambipuji diterjunkan ke lokasi kejadian bersama aparat kepolisian dan warga sekitar.
“Alhamdulillah berkat penanganan cepat dari petugas Damkarmat, api segera dipadamkan sehingga rumah-rumah di sebelahnya tidak sampai terdampak besar,” kata Kapolsek.
Kendati demikian, tiga warga dilaporkan menjadi korban dalam insiden ini. Dua korban mengalami luka bakar cukup serius di bagian wajah, yakni Sundari Asih (45) dan Azis Efendi (50), keduanya merupakan warga Kecamatan Sukorambi.
Sementara satu korban lainnya, Andi Seno Nugroho (44), warga Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, mengalami luka bakar ringan. Seluruh korban langsung dilarikan ke Puskesmas Panti, dan dua korban luka serius rencananya dirujuk ke Rumah Sakit Citra Husada Jember.
Akad Nikah Tetap Berjalan di Tengah Suasana Darurat
Meskipun dilanda kepanikan dan sisa material kebakaran masih berasap, prosesi inti pernikahan tetap dilanjutkan. Petugas Kantor Urusan Agama (KUA) Panti bersama kedua mempelai tetap melangsungkan prosesi akad nikah tepat pukul 08.00 WIB sesuai jadwal awal.
“Prosesi akad nikah tetap berjalan lancar dan khidmat di tengah suasana darurat. Namun, untuk acara resepsi walimahan dan tasyakuran kemungkinan besar ditunda karena mayoritas bahan makanan ludes terbakar,” imbuh AKP Agus.
Pihak kepolisian memastikan bahwa tenda utama dan dekorasi pelaminan yang berada di depan rumah mempelai perempuan aman dari jangkauan api karena jaraknya yang cukup terpisah dari dapur umum.






