Laka Lantas Jatim Turun 37% Saat Mudik 2026, Patroli Udara Kapolda Jadi Kunci Pengamanan

SURABAYA, HeadlineJatim.com – Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Jawa Timur selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 menunjukkan tren penurunan signifikan. Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, insiden kecelakaan tercatat turun 37 persen, dari 1.188 kejadian sebelum operasi menjadi 751 kejadian dalam kurun 13 hari pelaksanaan.

Capaian ini menjadi indikator kuat keberhasilan pengamanan arus mudik yang dilakukan Polda Jawa Timur di bawah komando Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, M.Si.

Read More

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menjelaskan bahwa penurunan angka kecelakaan tersebut tidak lepas dari strategi pengamanan terpadu selama Operasi Ketupat Semeru 2026.

“Sebelum Operasi Ketupat Semeru kita laksanakan, tercatat kejadian laka lantas di wilayah Jawa Timur ada 1.188 kejadian dan selama 13 hari operasi menjadi 751 kejadian,” ujar Kombes Abast, Jumat (27/3/2026).

Untuk memastikan kondisi tetap terkendali, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, M.Si. bahkan melakukan patroli udara menggunakan helikopter dalam rangka Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pascaoperasi.

Pemantauan dilakukan menyisir jalur strategis mulai dari Ngawi hingga Banyuwangi, mencakup jalan nasional arteri, jalan tol, hingga kawasan wisata yang berpotensi mengalami lonjakan kendaraan pada arus balik.

Menurut Kombes Abast, meski terjadi peningkatan mobilitas kendaraan keluar-masuk Jawa Timur selama periode mudik dan balik, situasi kamtibmas secara umum tetap aman dan terkendali tanpa gangguan menonjol.

Kepadatan yang sempat terjadi di sejumlah titik juga berhasil diurai dengan cepat melalui rekayasa lalu lintas dan pengawasan intensif, sehingga arus kendaraan kembali lancar.

Selain pengamanan di lapangan, Polda Jatim juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna mengatur waktu perjalanan arus balik agar tidak terjadi penumpukan kendaraan dalam satu waktu.

“Untuk masyarakat mohon aktif ya menggunakan layanan darurat 110 yang aktif selama 24 jam dan bebas pulsa untuk mendapatkan bantuan kepolisian secara cepat” ujar perwira tinggi dengan dua bintang dipundaknya ini.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa kombinasi pengamanan terpadu, pemantauan berbasis udara, serta kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur selama momentum Lebaran 2026.

Related posts