Surabaya, HeadlineJatim.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya menggelar aksi religi dan sosial dengan menyantuni 100 anak yatim piatu. Kegiatan yang dibalut dengan buka puasa bersama ini berlangsung khidmat di lobi lantai 1 Gedung DPRD Surabaya, Senin (9/3/2026).
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan anggota dewan sebagai wujud nyata kepedulian sosial legislatif terhadap warga yang membutuhkan perhatian khusus di bulan suci Ramadan.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum tepat untuk memperkuat nilai kemanusiaan. Menurutnya, DPRD tidak hanya berfungsi sebagai lembaga legislasi dan pengawasan, tetapi juga harus hadir memberikan manfaat sosial langsung bagi masyarakat.
“Semoga DPRD terus menjadi tempat yang menghadirkan kemanfaatan. Apa yang dilakukan hari ini mudah-mudahan menjadi amal jariah bagi kita semua,” ujar Fathoni dalam sambutannya.
Ia berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan sebuah konsistensi dalam menjaga solidaritas sosial di Kota Pahlawan.
Menekankan Pentingnya Pendidikan
Dalam kesempatan yang sama, anggota DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, memberikan tausiah singkat. Ia mengingatkan bahwa menyantuni anak yatim adalah salah satu bentuk amal jariah yang pahalanya tidak terputus.
Namun, Imam memberikan catatan penting terkait masa depan anak-anak yatim di Surabaya. Ia menekankan bahwa santunan materi harus dibarengi dengan pemenuhan hak dasar, terutama pendidikan.
“Pendidikan adalah hak vital. Kami di DPRD berkomitmen memastikan tidak ada lagi anak di Surabaya yang putus sekolah karena kendala ekonomi atau administrasi kependudukan,” tegas Imam.
Agenda Rutin dan Peluang Kolaborasi
Wakil Ketua DPRD Surabaya lainnya, Bahtiyar Rifai, menambahkan bahwa santunan ini merupakan agenda rutin lembaga setiap tahunnya. Pada tahun ini, tercatat sekitar 100 anak yatim diundang melalui koordinasi masing-masing anggota dewan.
Bahtiyar berharap skala kegiatan ini bisa terus ditingkatkan di masa mendatang, baik dari segi jumlah penerima maupun besaran manfaatnya. Ia juga membuka pintu bagi pihak swasta untuk berkolaborasi dalam aksi sosial serupa.
“Selain menjalankan tugas kedewanan, kami ingin hadir memberikan perhatian nyata. Kami juga membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan atau pihak swasta melalui program CSR untuk memperluas jangkauan bantuan sosial ini,” pungkas Bahtiyar.
Acara ditutup dengan doa bersama dan penyerahan santunan secara simbolis sebelum memasuki waktu berbuka puasa.






