BANYUWANGI, HeadlineJatim.com– Upaya memperkuat layanan pencarian dan pertolongan (SAR) di wilayah perairan Selat Bali dan kawasan Tapal Kuda Jawa Timur terus dilakukan Basarnas. Salah satunya dengan menempatkan KN SAR Widura 225 di Pelabuhan Marina Boom Banyuwangi.
Kapal negara milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) tersebut kini resmi memperkuat armada Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan kecepatan respons dalam menangani berbagai kondisi darurat maupun kecelakaan pelayaran yang kerap terjadi di wilayah perairan selatan dan timur Jawa Timur.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan penempatan KN SAR Widura 225 merupakan langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan SAR di salah satu jalur pelayaran tersibuk di Indonesia.
“Wilayah Selat Bali memiliki tingkat aktivitas pelayaran yang sangat tinggi. Mulai dari penyeberangan antarpulau, aktivitas nelayan, kapal wisata hingga kapal logistik. Dengan adanya KN SAR Widura 225 yang bersiaga di Banyuwangi, kami memiliki kemampuan yang lebih optimal untuk merespons kondisi darurat secara cepat dan efektif,” kata Oka Astawa, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, faktor kecepatan menjadi kunci utama dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Karena itu, kehadiran kapal dengan spesifikasi tinggi seperti KN SAR Widura 225 akan memberikan nilai tambah yang signifikan dalam mendukung misi kemanusiaan.
“Setiap menit sangat berharga dalam operasi SAR. Semakin cepat tim tiba di lokasi kejadian, semakin besar peluang korban dapat ditemukan dan diselamatkan. Karena itu kami terus meningkatkan kapasitas alat utama SAR, termasuk melalui penempatan kapal ini,” ujarnya.
KN SAR Widura 225 merupakan kapal SAR kelas II dengan panjang sekitar 40 meter. Kapal tersebut mampu melaju hingga kecepatan maksimal 30 knot dan memiliki kecepatan jelajah sekitar 20 knot.
Selain itu, kapal ini mampu beroperasi secara mandiri hingga 60 jam tanpa henti dengan daya jelajah mencapai 1.200 nautical mile. Kemampuan tersebut memungkinkan kapal menjangkau area pencarian yang luas, termasuk saat menghadapi cuaca ekstrem maupun gelombang tinggi.
“KN SAR Widura 225 dirancang untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan di laut dengan berbagai kondisi. Kapal ini dilengkapi peralatan SAR modern, sistem navigasi yang mutakhir, serta sarana komunikasi yang mampu menunjang koordinasi lintas instansi saat operasi berlangsung,” jelas Oka.
Tak hanya itu, kapal tersebut juga membawa armada pendukung berupa **Rigid Inflatable Boat (RIB)** yang dapat digunakan untuk menjangkau perairan dangkal maupun garis pantai yang sulit diakses kapal besar.
Oka menambahkan, keberadaan KN SAR Widura 225 tidak hanya memperkuat kemampuan Basarnas Banyuwangi, tetapi juga mempererat sinergi dengan berbagai unsur potensi SAR di daerah.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dalam setiap operasi selalu melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, nelayan, relawan, dan berbagai unsur potensi SAR lainnya. Dengan hadirnya kapal ini, koordinasi dan efektivitas operasi di lapangan akan semakin baik,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan KN SAR Widura 225 dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan Selat Bali maupun kawasan Tapal Kuda.
“Kami ingin memastikan negara hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan. KN SAR Widura 225 adalah bagian dari komitmen tersebut, agar layanan pencarian dan pertolongan bisa dilakukan lebih cepat, lebih profesional, dan lebih andal demi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.
Saat ini KN SAR Widura 225 telah sandar di Pelabuhan Marina Boom Banyuwangi dan siap diberangkatkan sewaktu-waktu untuk mendukung operasi SAR di wilayah Banyuwangi, Selat Bali, hingga kawasan Tapal Kuda Jawa Timur.






