BANYUWANGI, HeadlineJatim.com– Respons cepat jajaran Polresta Banyuwangi kembali membuahkan hasil. Berawal dari laporan warga melalui media sosial, seorang remaja perempuan yang ditemukan terlantar di pos kamling berhasil dievakuasi dan dipulangkan ke keluarganya.
Peristiwa ini bermula dari unggahan yang viral di media sosial, termasuk laporan melalui Direct Message (DM) ke akun resmi Polresta Banyuwangi. Informasi tersebut menyebut adanya seorang remaja perempuan yang tertidur di sebuah gardu di Lingkungan Gentengan sejak Senin malam (4/5/2026).
Warga setempat sempat mencoba berkomunikasi dengan remaja tersebut. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil lantaran yang bersangkutan tidak mampu menjelaskan identitas maupun asal-usulnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Banyuwangi AKP Hendry Christianto langsung menginstruksikan anggotanya untuk turun ke lokasi. Petugas dari SPKT segera menuju Lingkungan Gentengan, Kelurahan Singonegaran.
Setibanya di lokasi, polisi mendapati remaja tersebut dalam kondisi lemas. Demi keselamatan, petugas langsung mengevakuasi korban ke RSUD Blambangan untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah mendapat perawatan, kondisi remaja tersebut berangsur membaik dan mulai bisa diajak berkomunikasi. Ia kemudian diketahui berinisial F, warga Kelurahan Olehsari, Kecamatan Glagah.
Koordinasi cepat dilakukan antara Polsek Banyuwangi dan Polsek Glagah. Informasi terkait keberadaan F segera diteruskan kepada pihak desa hingga akhirnya keluarga dapat dihubungi.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan menegaskan, kejadian ini menjadi bukti pentingnya sinergi antara masyarakat dan kepolisian, termasuk melalui kanal digital.
“Kami sangat mengapresiasi peran aktif masyarakat dan pengguna media sosial yang cepat memberikan informasi. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara warga dan kepolisian bisa memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap laporan masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media sosial, akan ditindaklanjuti dengan cepat oleh jajarannya.
“Bagi kami, setiap laporan adalah prioritas. Baik melalui hotline, datang langsung, maupun lewat media sosial seperti DM, semuanya akan kami respons secara maksimal,” tegasnya.
Menurutnya, kehadiran polisi tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa Polri hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi kemanusiaan seperti ini. Keselamatan warga adalah yang utama,” imbuhnya.
Setelah kondisinya membaik, remaja tersebut6, membantu menyelamatkan warga yang membutuhkan pertolongan.






