Pasien Membludak, RSUD dr. Soewandhie Surabaya Mendesak Perluasan Lahan

SURABAYA, HeadlineJatim — Kapasitas RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya dilaporkan sudah melampaui batas ideal seiring melonjaknya jumlah pasien. Pihak manajemen rumah sakit kini mendesak adanya perluasan lahan guna menambah kapasitas ruang perawatan dan memperbaiki fasilitas penunjang lainnya.

Direktur Utama RSUD dr. Mohamad Soewandhie, dr. Billy Daniel Messakh, mengungkapkan bahwa tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) saat ini telah mencapai kisaran 86 hingga 89 persen. Angka ini jauh di atas standar ideal yang ditetapkan sebesar 75 persen.

Read More

“Kondisi BOR yang sangat tinggi ini berdampak langsung pada pelayanan, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Banyak pasien yang harus menunggu lama karena ketersediaan tempat tidur yang sangat terbatas,” ujar dr. Billy usai rapat dengar pendapat bersama Komisi D DPRD Surabaya, Rabu (22/4/2026).

Untuk mengurai antrean pasien, dr. Billy menargetkan penambahan kapasitas tempat tidur sebesar 20 persen atau sekitar 80 bed baru. Namun, rencana strategis ini terbentur oleh keterbatasan lahan di area rumah sakit saat ini.

Selain untuk ruang perawatan, penambahan lahan seluas kurang lebih 1.000 meter persegi juga diproyeksikan untuk penataan area parkir. Selama ini, parkir pengunjung yang meluber hingga ke badan jalan sering memicu kesemrawutan di lingkungan rumah sakit.

“Penataan lingkungan ini krusial, terlebih RSUD Soewandhie diproyeksikan untuk mendukung pengembangan medical tourism. Fasilitas dan estetika lingkungan harus tertata dengan baik,” tegasnya.

Hingga saat ini, baru sekitar 540 meter persegi lahan di area depan rumah sakit yang sedang diupayakan untuk dibebaskan. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dilaporkan masih melakukan negosiasi dengan pemilik lahan melalui skema ganti untung yang hingga kini belum sepenuhnya tuntas.

Pihak rumah sakit berharap hasil koordinasi dengan legislatif dapat mempercepat proses pembebasan lahan tersebut. Langkah ini dinilai sebagai satu-satunya solusi permanen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Surabaya.

“Kami sangat berharap ada solusi cepat terkait lahan ini, karena kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan terus meningkat setiap harinya,” pungkas dr. Billy.

Related posts