GRESIK, HeadlineJatim.com — Suasana malam di Desa Padangbandung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik mendadak gempar, Kamis (21/5/2026) menjelang tengah malam. Seekor ular piton berukuran besar ditemukan bergelantungan di kerangka atap asbes rumah salah seorang warga setempat.
Kehadiran predator melata tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 23.16 WIB oleh Yuli, pemilik usaha Bakso Cak Adhim di Jalan Raya Padangbandung No. 7. Kejadian bermula saat Yuli mendengar suara gesekan mencurigakan dari arah area belakang kediamannya.
Penasaran dengan suara asing tersebut, Yuli bersama suaminya bergegas melakukan pengecekan menggunakan alat penerangan ke sumber suara.
Seketika, pasangan suami istri ini dibuat terkejut melihat seekor ular piton berukuran panjang sekitar 3 meter sedang melilit di kerangka kayu tepat di bawah atap asbes mereka. Khawatir ular tersebut jatuh dan menyerang penghuni rumah, Yuli langsung menghubungi layanan darurat Call Center 112 Gresik.
Respons Cepat Tim Rescue Damkarla
Laporan darurat tersebut direspons cepat oleh tim rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik dari Pos Dukun Rayon 4. Hanya berselang dua menit setelah menerima informasi, petugas langsung meluncur ke lokasi menggunakan unit Panther Rescue.
Proses evakuasi ular piton di Gresik ini berjalan dramatis namun terukur. Menggunakan tongkat penjepit khusus (snake tongs), petugas terampil Damkarla memotong ruang gerak ular yang sempat mencoba bersembunyi di sela-sela atap.
”Kami bersyukur ular pembelit tersebut berhasil dievakuasi dengan aman dan cepat. Tidak ada kerugian materiil maupun korban luka dalam peristiwa ini,” ujar Perwira Piket Damkarla Gresik, Mangara Christanuel Aprilino Pakpahan, Jumat (22/5/2026).
Imbauan Kamtibmas di Musim Peralihan
Pasca-evakuasi, satwa liar tersebut langsung diamankan ke Mako Damkarla untuk nantinya dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari pemukiman penduduk.
Pihak Damkarla Kabupaten Gresik mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, terutama pada musim peralihan cuaca yang sering membuat hewan melata keluar mencari tempat lembap dan sumber makanan.
”Kami meminta warga untuk menjaga kebersihan rumah dan tidak ragu segera menghubungi call center 112 jika mendapati hewan liar, berbisa, atau situasi darurat lain yang membahayakan keselamatan. Layanan ini gratis,” pungkas Mangara.






