Ratusan Mahasiswa Geruduk Rektorat UNEJ, Desak Audit UKT dan Transparansi Sistem Penetapan

Sejumlah mahasiswa UNEJ geruduk kantor rektorat Kampus Tegalboto.

JEMBER, HeadlineJatim.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) menggeruduk kantor rektorat Kampus Tegalboto, Senin (27/4/2026). Aksi ini merupakan buntut dari polemik penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) calon mahasiswa baru jalur SNBP 2026 yang dinilai tidak transparan dan bermasalah.

Read More

Massa mendesak pihak kampus melakukan audit menyeluruh terhadap sistem verifikasi data yang diduga mengalami gangguan sinkronisasi, sehingga menyebabkan nominal UKT melonjak drastis dan tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mahasiswa.

Menanggapi tuntutan tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik UNEJ, Prof. Slamin, menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan teknis yang terjadi. Ia menegaskan komitmen universitas untuk melakukan audit sistem guna perbaikan mekanisme di masa mendatang.

“Kami berkomitmen penuh bahwa tidak boleh ada mahasiswa yang tidak daftar ulang hanya karena terkendala biaya atau tidak bisa membayar UKT,” tegas Prof. Slamin saat audiensi terbuka dengan perwakilan mahasiswa.

Pihak rektorat memastikan akan melakukan verifikasi ulang terhadap 157 calon mahasiswa baru yang hingga kini belum melakukan registrasi. Jika ditemukan ketidaksesuaian data ekonomi, universitas menawarkan tiga solusi konkret: penundaan pembayaran, sistem angsuran, atau penurunan golongan UKT.

Selain itu, UNEJ membuka ruang penangguhan pembayaran hingga 5 Mei 2026 bagi mereka yang masih menunggu proses verifikasi ulang. Pihak universitas juga berjanji akan menggelar konferensi pers dalam waktu 2×24 jam untuk memaparkan hasil kesepakatan secara resmi.

Perwakilan mahasiswa, Algi Febriano dari FISIP UNEJ, menyatakan bahwa meskipun tidak semua tuntutan terpenuhi—seperti audit bagi mahasiswa yang sudah terlanjur membayar—pihaknya tetap mengapresiasi itikad baik rektorat.

“Harapan kami ke depan, UNEJ sebagai lembaga publik bisa lebih transparan. Sistem yang ada harus benar-benar mendukung kesejahteraan mahasiswa, bukan justru memberatkan,” ujar Algi.

Rektorat UNEJ turut mengklaim bahwa selama 11 tahun terakhir tidak ada kenaikan tarif UKT di kampus tersebut. Pihak universitas menyatakan tetap berupaya menjaga akses pendidikan inklusif, terutama bagi penerima bantuan KIP-Kuliah.

Aksi berakhir dengan tertib setelah mahasiswa mendapatkan jaminan tertulis bahwa kesepakatan ini akan dijalankan. Mahasiswa pun berkomitmen akan terus mengawal janji rektorat hingga seluruh persoalan UKT ini tuntas secara transparan.

Related posts