Siswa Al Azhar Gelar Kurban Ramah Lingkungan, Besek Bambu Gantikan Plastik

Sejumlah siswa saat menimbang daging kurban.(Istimewa)

SURABAYA, headlinejatim.com– Suasana berbeda tampak perayaan Hari Raya Idul Adha di Kampus Al Azhar Surabaya Timur. Sebuah sekolah Islam di kawasan Pakuwon City ini ikhlasmenerapkan konsep ramah lingkungan (eco-green) dalam prosesi penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban. Tidak hanya bebas dari penggunaan kantong plastik, kegiatan ini juga melibatkan langsung ratusan siswa sebagai sarana edukasi peduli lingkungan sejak dini.

Read More

Sejak Kamis (28/05/2026) pagi suasana riuh dan penuh semangat terlihat di area sekolah. Ratusan siswa bersama para guru dan panitia tampak sibuk memotong, menimbang, hingga mengemas daging kurban. Pada Idul Adha kali ini, pihak sekolah menyembelih sebanyak 12 ekor sapi dan 39 ekor kambing.

Yang menarik, semua proses pendistribusian daging tidak lagi menggunakan kantong plastik sekali pakai. Sebagai gantinya, panitia memilih menggunakan besek bambu yang dialasi daun pisang. Langkah ini diambil guna menjaga kualitas daging agar tetap segar sekaligus menekan volume sampah plastik.

Wahyudiono, selaku Ketua Panitia Kurban Al Azhar Surabaya Kampus Surabaya Timur, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk aksi nyata sekolah terhadap kelestarian lingkungan.

“Kami dari panitia kurban Al Azhar Surabaya Kampus Surabaya Timur menyembelih sebanyak 12 sapi kemudian 39 kambing. Memang kami berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan satu pesan bahwa kami peduli kepada lingkungan, menjaga kualitas daging sehingga tidak terkontaminasi,” ujar Wahyu saat ditemui di lokasi kegiatan.

Keterlibatan langsung dalam kepanitiaan ini memberikan pengalaman baru yang berkesan bagi para siswa. Mereka tampak antusias membantu para guru, mulai dari memotong daging hingga membungkusnya ke dalam besek. Bagi sebagian siswa, ini merupakan pengalaman pertama mereka ikut serta dalam prosesi kurban sekolah dengan konsep ramah lingkungan.

Elisa Aimee Arianto, salah satu siswi kelas tujuh, mengaku sangat senang bisa belajar langsung tentang konsep eco-green ini, meski sempat merasa canggung saat memegang daging mentah.

“Iini konsepnya eco-green, kita tidak memakai kantong plastik untuk membungkus dagingnya. Kita memakai bahan besek dan daun pisang agar lebih ramah lingkungan, sehat, dan agar dagingnya bisa segar. Pas pegang dagingnya rada geli-geli,” ungkap Elisa sambil tertawa.

usai semua paket daging kurban selesai dikemas rapi dengan besek bambu, panitia langsung mendistribusikannya kepada warga sekolah, mulai dari guru, karyawan, hingga masyarakat di sekitar lingkungan kampus yang membutuhkan.

kegiatan ini, Kampus Al Azhar Surabaya Timur berharap dapat menanamkan karakter peduli lingkungan kepada generasi muda, sekaligus membuktikan bahwa tradisi ibadah kurban tetap bisa berjalan khidmat tanpa harus mengotori bumi. (*)

Related posts