Lebaran 2026, PLN Nusantara Power Catat Pasok 14,1 GW Listrik Nasional Selama Idulfitri 1447 H

PLN Nusantara Power siagakan 8.898 personel 24 jam non stop secara bergantian di seluruh unit pembangkit yang tersebar di Indonesia dan mensukseskan gelaran Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 H. Selain personel siaga, PLN NP juga mendirikan 126 posko, serta 45 unit fire truck yang telah disiapkan.

JAKARTA, HeadlineJatim.com – Selama periode Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026, PLN Nusantara Power mencatat realisasi pasokan listrik mencapai 14,1 gigawatt (GW) atau setara 42 persen dari total beban puncak nasional, menegaskan peran krusialnya dalam menjaga sistem kelistrikan tetap stabil di momen puncak konsumsi.

Read More

Catatan tersebut menjadi indikator utama keberhasilan pengamanan sistem kelistrikan nasional selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 H. Dari total beban puncak nasional sebesar 35.014 megawatt (MW), kontribusi 14.132 MW yang dipasok PLN Nusantara Power menjadi tulang punggung keandalan listrik, terutama saat lonjakan konsumsi pada waktu sahur, berbuka, hingga malam takbiran.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyatakan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari kesiapan operasional yang telah disiapkan jauh sebelum periode siaga.

“Selama Idulfitri, kami mencatat sistem kelistrikan tetap andal dengan dukungan penuh dari seluruh unit pembangkit. Ini hasil dari kesiapan menyeluruh, baik dari sisi SDM maupun teknologi,” ujarnya.

Dirut PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah (kiri), Senior Manager Unit Pembangkitan Pacitan Munif (kanan), Sekretaris Perusahaan PLN NP Hamidi Hamid (tengah) saat meninjau kesiapan UP Pacitan dalam rangka Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 H. PLN Nusantara Power memasok 14.1 GW atau total 42% dari beban puncak nasional sebesar 35 GW.

Dalam periode siaga 12–31 Maret 2026, perusahaan mengerahkan 8.898 personel yang bersiaga 24 jam di seluruh unit pembangkit. Selain itu, 126 posko siaga dan 45 unit fire truck disiapkan untuk memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas sistem di tengah mobilitas masyarakat yang meningkat selama Lebaran, termasuk saat arus balik.

Dari total pasokan selama periode Idulfitri, sebesar 1.821 MW berasal dari energi bersih seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan tenaga surya (PLTS). Kontribusi ini menunjukkan bahwa kebutuhan listrik pada momen krusial nasional mulai ditopang bauran energi yang lebih ramah lingkungan.

Keandalan pasokan juga ditopang sistem digital Nusantara InnoVision Center (NIC) yang memungkinkan pemantauan operasional secara real-time. Teknologi ini digunakan untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini dan memastikan respons cepat di lapangan.

Selain itu, pengamanan aset dan patroli diperkuat melalui kolaborasi dengan TNI dan Polri guna meminimalisir risiko selama periode siaga.

Dengan realisasi pasokan mencapai 14,1 GW selama Idulfitri 1447 H, PLN Nusantara Power mencatatkan peran dominan dalam menjaga keandalan listrik nasional. Sebuah faktor kunci yang membuat perayaan Lebaran 2026 berlangsung tanpa gangguan berarti di berbagai wilayah Indonesia.

Related posts