Sorgum Solusi Pangan Masa Depan, Karbohidrat Tangguh yang Kian Diminati

Foto Ilustrasi dibuat oleh tim grafis.

SURABAYA, HeadlineJatim.com– Di tengah tantangan perubahan iklim yang tidak menentu, pencarian sumber pangan alternatif selain beras, kian mendesak. Salah satu komoditas yang kini naik daun adalah sorgum. Tanaman ini dinilai sebagai jawaban atas isu ketahanan pangan karena sifatnya yang adaptif dan kaya nutrisi.

Read More

Asal-Usul dan Ketangguhan di Segala Cuaca

Sorgum (Sorghum bicolor L) merupakan tanaman serealia yang berasal dari wilayah Afrika Timur, tepatnya di sekitar Ethiopia dan Sudan. Berdasarkan jurnal “Sorghum: A Resilient Stock for Food and Feed” (Journal of Agricultural Science, 2022), tanaman ini telah dibudidayakan selama ribuan tahun sebelum menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Foto ilustrasi Tanaman Sorgum.

Kelebihan utama sorgum adalah daya tahannya. Berbeda dengan padi yang membutuhkan banyak air, sorgum sangat efisien dalam penggunaan air dan mampu bertahan di lahan kering maupun cuaca panas ekstrem. Hal ini menjadikannya tanaman “penyelamat” untuk daerah yang rawan kekeringan.

Masa Panen dan Kemudahan Budidaya

Menanam sorgum tergolong sangat mudah. Petani tidak memerlukan teknik irigasi yang rumit. Mengutip dari laman resmi Badan Litbang Pertanian (pertanian.go.id), sorgum umumnya sudah bisa dipanen dalam waktu 90 hingga 110 hari (sekitar 3 bulan) setelah tanam, tergantung pada varietas dan kondisi lingkungan. Menariknya, setelah panen pertama, batang sorgum bisa dipangkas untuk tumbuh kembali (ratun) dan menghasilkan panen kedua tanpa harus menanam benih baru.

Cara Mengolah dan Penyajian

Mengolah sorgum menjadi pengganti nasi tidaklah sulit. Berikut langkah sederhananya:

  • Penyosohan: Kulit luar sorgum harus dikupas terlebih dahulu agar teksturnya tidak terlalu keras.
  • Perendaman: Rendam biji sorgum selama 6-12 jam untuk melunakkan tekstur.
  • Memasak: Rebus atau kukus sorgum dengan rasio air sedikit lebih banyak daripada memasak nasi biasa.

Setelah matang, tekstur sorgum cenderung kenyal dan memiliki rasa sedikit nutty (seperti kacang). Sorgum sangat cocok bersanding dengan hidangan khas Indonesia. Anda bisa menikmatinya bersama sayur bayam, lodeh, atau sayur asem, lengkap dengan lauk pauk seperti tempe goreng dan bakwan yang hangat.

Mendukung Ketahanan Pangan

Dengan indeks glikemik yang lebih rendah dibanding beras, sorgum bukan hanya sehat bagi tubuh, tetapi juga sehat bagi ekosistem pertanian kita. Diversifikasi pangan dengan beralih ke sorgum diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada satu jenis komoditas utama saja.

Related posts