Hasil CT-Scan Bocah yang Dibanting Guru Ngaji di Probolinggo, Ditemukan Bekas Pendarahan Otak

PROBOLINGGO, HeadlineJatim.com– Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa MFR (9), seorang santri asal Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, memasuki babak baru. Fakta medis terbaru mengungkapkan adanya luka serius pada bagian kepala korban akibat tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum guru ngajinya.

​Berdasarkan hasil pemeriksaan CT-Scan tanpa kontras dengan irisan axial 3D di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kamis (26/3/2026), tim medis menemukan adanya bekas pendarahan pada kepala bagian kanan bocah malang tersebut.

Read More

Pemeriksaan medis ini dilakukan dengan pendampingan ketat dari petugas perlindungan anak Dinas Sosial (Dinsos) Pemkot Probolinggo. Langkah ini diambil untuk memastikan sejauh mana dampak fisik yang dialami korban usai dibanting oleh terduga pelaku berinisial SLH.

​Ayah korban, Sulaiman, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan ini menjadi bukti tak terbantahkan atas kekerasan yang menimpa putranya.

​”Benar, hari ini kami didampingi Dinsos melakukan CT-Scan. Hasilnya menunjukkan ada bekas darah di kepala sebelah kanan. Ini menjadi bukti kuat bahwa anak saya memang mengalami kekerasan fisik yang parah,” ujar Sulaiman saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2026).

​Penderitaan MFR ternyata lebih berat dari yang terlihat di video viral. Kepada sang ayah, bocah berusia 9 tahun tersebut mengaku tidak hanya dibanting, tetapi juga mendapatkan perlakuan kasar lainnya di dalam musala tempatnya belajar mengaji.

​”Anak saya mengaku dibanting dua kali. Bukan hanya dibanting, dia juga dipukul dan dicekik oleh terlapor,” ungkap Sulaiman dengan nada pedih.

​Keluarga berharap hasil CT-Scan ini dapat mempercepat proses hukum di Sat PPA-PPO Polres Probolinggo Kota. Sulaiman mendesak aparat kepolisian untuk segera mengamankan pelaku demi keadilan bagi anaknya.

​Sementara itu, pihak Sat PPA-PPO Polres Probolinggo Kota memastikan penyelidikan masih terus bergulir. Petugas tengah mengumpulkan keterangan saksi tambahan serta melengkapi alat bukti, termasuk hasil visum dan CT-Scan terbaru dari RSUD Waluyo Jati.

​Kasus ini sebelumnya sempat menghebohkan jagat maya setelah video rekaman yang memperlihatkan detik-detik korban dibanting oleh oknum guru ngaji tersebut beredar luas. Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik aksi keji tersebut sebelum menentukan status hukum lebih lanjut bagi terlapor SLH.

Related posts