Bupati Jember, Gus Fawait saat memberikan keterangan pers.(Istimewa)
JEMBER, HeadlineJatim.com- Menghadapi potensi kebijakan efisiensi energi nasional. Pemkab Jember akan menerapkan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta penyesuaian sistem pembelajaran bagi siswa, di tengah dinamika global yang turut menekan sektor energi.
Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait penerapan kebijakan tersebut.
Namun sejak beberapa waktu terakhir, Pemkab Jember mulai menyusun berbagai skenario sebagai langkah antisipatif agar tidak terjadi kebingungan saat kebijakan benar-benar diberlakukan.
“Pada prinsipnya kami siap mengikuti arahan pemerintah pusat dan provinsi. Waktu pelaksanaan akan disesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan. Kami memastikan seluruh perangkat telah bersiap,” ujar Gus Fawait saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, proses penyesuaian ini tidak berlangsung sederhana. Pemkab harus memastikan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) mampu beradaptasi dengan pola kerja baru tanpa mengganggu pelayanan publik.
Dalam tahap awal, langkah efisiensi sudah mulai diterapkan di internal pemerintahan, salah satunya melalui imbauan penggunaan kendaraan dinas secara bersama bagi pimpinan OPD.
Kebijakan ini, menurut Gus Fawait, dinilai sebagai cara cepat untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sekaligus menguji kesiapan koordinasi lintas instansi.
“Langkah kecil ini menjadi bagian dari simulasi. Kami ingin memastikan bahwa ketika kebijakan yang lebih besar seperti WFH diterapkan, seluruh sistem sudah terbiasa dan tidak kaget,” ujarnya.
Selanjutnya untuk sektor pendidikan, lanjutnya, Pemkab Jember melalui Dinas Pendidikan telah melakukan koordinasi intensif guna menyiapkan skema pembelajaran yang fleksibel.
Model pembelajaran dirancang agar dapat berjalan dalam dua skenario, yakni tatap muka langsung maupun pembelajaran daring. Menyesuaikan kebijakan yang akan ditetapkan pemerintah pusat.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh opsi tersedia dan dapat dijalankan tanpa kendala. Baik pembelajaran luring maupun daring harus sama-sama siap,” tuturnya.
Perlu diketahui, adanya wacana kebijakan efisiensi energi yang tengah menjadi perhatian nasional ini. Dipicu oleh berbagai faktor global, termasuk fluktuasi harga minyak dunia yang berdampak langsung pada stabilitas energi dalam negeri.
Dalam konteks tersebut, penerapan WFH dinilai sebagai salah satu langkah strategis untuk menekan konsumsi energi, khususnya di sektor transportasi dan perkantoran.
Meski demikian, Pemkab Jember memilih untuk tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Pemerintah daerah masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sembari terus mematangkan kesiapan di semua lini.
“Kami memilih untuk tetap menunggu arahan resmi, sembari memastikan kesiapan di semua lini telah terbangun dengan baik,” pungkasnya.






