SURABAYA, HeadlineJatim.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi melantik 128 Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB Negeri di Gedung Negara Grahadi, Rabu (25/3). Namun pelantikan ini bukan sekadar seremoni rotasi jabatan—melainkan sinyal keras: sekolah di Jawa Timur tak boleh lagi berjalan “biasa saja”.
Di hadapan para kepala sekolah baru, Khofifah langsung memasang target besar—mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap bersaing di level global menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Dari tangan panjenengan semua akan lahir generasi masa depan. Ini bukan jabatan administratif, ini amanah besar,” tegas Khofifah.
Khofifah menekankan, peran kepala sekolah saat ini tak cukup hanya mengurus administrasi. Mereka dituntut menjadi motor perubahan di lingkungan pendidikan.
“Inovatif, adaptif, dan responsif itu wajib. Kepala sekolah harus jadi role model sekaligus penggerak,” ujarnya.
Menurutnya, kualitas kepemimpinan di sekolah menjadi faktor kunci dalam menentukan arah masa depan pendidikan Jawa Timur. Dengan kepemimpinan yang kuat, seluruh ekosistem sekolah bisa bergerak lebih cepat dan terarah.
Dalam arahannya, Khofifah juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan dunia usaha dan industri—khususnya bagi sekolah kejuruan.
“Kalau ingin lulusannya berdaya saing, sekolah tidak bisa jalan sendiri. Harus bangun kemitraan strategis,” katanya.
Ia bahkan mencontohkan sejumlah sekolah di Jawa Timur yang mampu “melonjak” kualitasnya berkat kerja sama dengan industri, menghasilkan lulusan yang langsung terserap dunia kerja hingga ke level global.
Di tengah dorongan peningkatan kualitas, Khofifah juga mengingatkan sisi yang tak kalah penting—lingkungan sekolah harus aman secara psikologis.
“Tidak boleh ada bullying, tidak boleh ada kekerasan. Pendidikan itu ruang tumbuh, bukan ruang hukuman,” tegasnya.
Ia meminta para kepala sekolah memastikan suasana belajar yang nyaman agar siswa dapat berkembang optimal, baik secara akademik maupun karakter.
Pelantikan 128 kepala sekolah ini dilakukan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 800/1008/204/2026. Khofifah menegaskan, promosi, mutasi, dan penataan jabatan merupakan bagian dari strategi besar meningkatkan mutu pendidikan.
“Ini dinamika organisasi yang sehat. Tujuannya satu: layanan pendidikan semakin efektif dan merata,” jelasnya.
Menutup arahannya, Khofifah mengajak seluruh insan pendidikan menjaga bahkan meningkatkan capaian yang sudah diraih Jawa Timur.
“Prestasi tidak boleh kendor. Justru harus terus naik,” katanya.
Ia pun menyisipkan pesan Idul Fitri 1447 Hijriah, mengajak semua pihak memperkuat semangat baru dalam membangun pendidikan.
Dengan pelantikan ini, Jawa Timur mengirim pesan jelas: masa depan pendidikan tidak bisa ditunda. Di tangan 128 kepala sekolah baru, arah kualitas SDM Jatim kini dipertaruhkan—apakah mampu melompat ke level global, atau tetap berjalan di tempat.






