Jaga Tradisi, Khofifah Borong Bandeng Kawak Gresik untuk Lomba Masak di Grahadi

GRESIK, HeadlineJatim.com – Menjelang perayaan Idul Fitri, suasana Jalan Kemuteran, Kabupaten Gresik, kembali dipadati warga dalam gelaran tradisi tahunan Pasar Bandeng. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turut hadir langsung untuk berburu “Bandeng Kawak” atau bandeng berukuran jumbo pada Rabu (18/3/2026) sore.

Kehadiran Khofifah yang didampingi oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menjadi magnet tersendiri bagi para pedagang dan pengunjung. Sembari menyusuri stan, orang nomor satu di Jawa Timur ini tampak antusias memilih bandeng raksasa yang menjadi ciri khas kabupaten berjuluk Kota Santri tersebut.

Read More

Khofifah menjelaskan bahwa kunjungannya ke Pasar Bandeng Gresik bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari persiapan agenda rutin di Gedung Negara Grahadi.

“Setiap tahun saya ke sini. Belanja bandeng ini sebagai bahan baku tunggal untuk lomba memasak berbasis bandeng di Grahadi. Ini sudah memasuki tahun keenam,” ujar Khofifah di sela kegiatannya menyapa warga.

Nantinya, bandeng-bandeng tersebut akan diolah dalam lomba memasak menu sahur yang melibatkan jajaran kepala OPD, kepala BUMD, hingga pimpinan rumah sakit di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Rangkaian acara tersebut biasanya diawali dengan Qiyamul Lail dan diakhiri dengan sahur bersama.

Warisan Budaya Sejak Zaman Sunan Giri

Pasar Bandeng Gresik merupakan warisan budaya legendaris yang eksis sejak masa Sunan Giri. Keunikan utama pasar ini terletak pada komoditas bandeng kawak yang beratnya mampu mencapai 1 hingga 7 kilogram per ekor. Bandeng premium ini mayoritas dipasok oleh petambak lokal dari kawasan Mengare, Gresik.

Khofifah juga merekomendasikan pasar ini sebagai destinasi wajib bagi para pemudik yang pulang ke kampung halaman. Menurutnya, suasana khas dan ketersediaan bandeng jumbo dengan harga kompetitif memberikan kesan yang mendalam.

“Indah sekali. Cucu saya yang baru mudik pun menjadikan Pasar Bandeng sebagai salah satu agenda mereka. Pemudik bisa mendapatkan suasana khusus, bandengnya gede, harganya pun terjangkau,” tambahnya.

Antusiasme serupa dirasakan oleh Hilmi (29), seorang pemudik asal Bangil. Ia mengaku langsung menuju lokasi setibanya di Gresik demi menjaga tradisi keluarga.

“Sudah menjadi tradisi keluarga. Setiap mau lebaran pasti beli bandeng di sini untuk dinikmati bersama di rumah,” ungkap Hilmi.

Kemeriahan ini membuktikan bahwa tradisi lokal Pasar Bandeng tetap kokoh sebagai penggerak ekonomi kerakyatan bagi para petambak dan pedagang di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Gresik.

Related posts