Surabaya, HeadlineJatim.com– Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pemandangan berbeda mulai terlihat di sejumlah kantor Pegadaian di Surabaya. Bukan antrean pembeli emas yang ramai, melainkan warga yang datang membawa perhiasan untuk digadaikan.
Fenomena ini terjadi karena banyak keluarga membutuhkan dana cepat untuk memenuhi berbagai kebutuhan Lebaran. Mulai dari membeli pakaian baru, menyiapkan hidangan khas Idul Fitri, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Di Pegadaian Cabang Dinoyotangsi Surabaya, tren tersebut bahkan melonjak cukup signifikan. Aktivitas gadai tercatat meningkat sekitar 10 persen dibandingkan bulan biasa.
Pemimpin cabang Dinoyotangsi, Deddy Dharmawan, mengatakan lonjakan ini mulai terasa sejak memasuki pekan-pekan menjelang Idul Fitri.
“Tren gadai semakin ramai. Salah satunya untuk membayar THR dan juga kebutuhan Lebaran,” ujarnya.
Emas Jadi “Penyelamat” Saat Dana Mendesak
Barang yang paling sering digadaikan masyarakat masih didominasi emas, terutama perhiasan. Logam mulia ini dianggap paling mudah dicairkan saat masyarakat membutuhkan dana cepat.
Tak heran jika sebagian besar nasabah yang datang membawa gelang, kalung hingga cincin emas untuk dijadikan jaminan pinjaman.
“Masih didominasi perempuan, mulai dari ibu rumah tangga, pekerja hingga sosialita,” kata Deddy.
Selain emas, beberapa nasabah juga menggadaikan mobil, barang elektronik hingga barang mewah lainnya, meski jumlahnya tidak sebanyak emas.
Harga Emas Naik, Minat Beli Justru Menurun
Di tengah ramainya transaksi gadai, minat masyarakat untuk membeli emas sebagai investasi justru mengalami penurunan dibandingkan awal tahun.
Menurut Deddy, pada Januari hingga Februari lalu minat investasi emas sempat berada di puncaknya. Namun memasuki periode menjelang Lebaran, fokus masyarakat mulai bergeser dari investasi ke kebutuhan konsumtif.
“Kalau dibandingkan Januari dan Februari, peminat investasi emas memang sedikit berkurang. Di awal tahun itu bisa dibilang sedang berada di puncaknya,” jelasnya.
Fluktuasi harga emas juga membuat sebagian masyarakat memilih menunggu sebelum membeli.
Fenomena perilaku pasar pun cukup unik. Ketika harga emas naik, banyak orang justru berbondong-bondong membeli karena khawatir harga akan terus meningkat. Sebaliknya saat harga turun, minat beli tidak langsung meningkat karena masyarakat menunggu harga benar-benar stabil.
“Masyarakat masih khawatir harga emasnya akan turun lagi. Jadi mereka memilih menunggu sampai benar-benar yakin,” tambahnya.
Harga Emas Tembus Rp3 Juta per Gram, Nilai Gadai Tembus Rp517 Miliar
Saat ini harga emas pada produk tabungan emas Pegadaian berada di kisaran Rp3 juta per gram. Dalam beberapa hari terakhir bahkan tercatat naik sekitar Rp15.000.
Untuk taksiran gadai, emas 24 karat berada di kisaran Rp2,5 juta per gram, sementara emas perhiasan sekitar Rp2,37 juta per gram.
Pergerakan harga emas sendiri masih sangat dipengaruhi kondisi pasar global.
“Kalau emas dunia naik dan kurs dolar juga naik atau rupiah melemah, biasanya harga emas ikut terdongkrak,” jelas Deddy.
Meski minat investasi emas sedikit menurun, nilai pembiayaan di Pegadaian tetap mengalami pertumbuhan.
Hingga 10 Maret 2026, nilai outstanding gadai di Pegadaian Cabang Dinoyotangsi Surabaya telah mencapai sekitar Rp517 miliar.
“Tahun ini kami ditargetkan sekitar Rp652 miliar,” pungkas Deddy.






