PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur memastikan kesiapan penuh dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 H
Surabaya, HeadlineJatim.com- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur menyiagakan 5.524 personel di 562 posko siaga untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H di seluruh wilayah Jawa Timur, dengan masa siaga berlangsung 14–29 Maret 2026 guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan aktivitas Lebaran tanpa gangguan kelistrikan.
Sebanyak 5.524 personel disiagakan oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur dan ditempatkan di 562 posko siaga yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur. Personel tersebut didukung peralatan seperti 92 genset, 62 UPS mobile, 234 gardu bergerak, 15 truk crane, 399 mobil operasional, dan 457 sepeda motor untuk mempercepat penanganan jika terjadi gangguan jaringan selama masa siaga 14–29 Maret 2026. Pengamanan juga difokuskan pada 562 lokasi prioritas yang meliputi tempat ibadah, rumah sakit, pusat transportasi, kawasan wisata, pusat perbelanjaan, hingga instansi pemerintahan.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, mengatakan kesiapan personel dan peralatan dilakukan untuk memastikan sistem kelistrikan tetap andal selama meningkatnya aktivitas masyarakat.
“Ribuan personel kami terjunkan tersebar di posko siaga di seluruh Jawa Timur, dilengkapi peralatan pendukung untuk memastikan respon cepat apabila terjadi gangguan kelistrikan,” ujarnya.
Menurutnya, sistem kelistrikan wilayah Jawa Timur juga dalam kondisi aman dengan daya mampu sekitar 9.815 MW dan cadangan daya lebih dari 2.600 MW.
Selain pengamanan jaringan distribusi, PLN juga menyiapkan 297 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 158 lokasi untuk mendukung mobilitas masyarakat, khususnya pengguna kendaraan listrik saat mudik Lebaran.
PLN turut memperkuat koordinasi dengan sejumlah pihak seperti Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, PT Kereta Api Indonesia, Pertamina, serta pemerintah daerah guna mengantisipasi potensi gangguan jaringan, termasuk dampak cuaca ekstrem selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
Setiap tahun, PT PLN (Persero) rutin menetapkan periode siaga kelistrikan selama Ramadan dan Idul Fitri untuk menjaga keandalan pasokan listrik di berbagai daerah, termasuk di Jawa Timur. Pada periode Lebaran sebelumnya, PLN juga menurunkan ribuan personel dan membuka ratusan posko siaga guna mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik yang meningkat seiring aktivitas ibadah dan mobilitas masyarakat.
Data PLN menunjukkan kebutuhan listrik biasanya meningkat selama Ramadan hingga Lebaran karena bertambahnya aktivitas rumah tangga, pusat perbelanjaan, serta fasilitas publik. Dalam beberapa tahun terakhir, sistem kelistrikan Jawa Timur relatif stabil berkat cadangan daya yang memadai serta penguatan jaringan distribusi di sejumlah wilayah strategis.
Selain itu, pemerintah bersama PLN terus mendorong penguatan infrastruktur energi, termasuk pengembangan jaringan distribusi dan fasilitas kendaraan listrik seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Kebijakan ini sejalan dengan peningkatan penggunaan kendaraan listrik dan kebutuhan layanan energi yang andal selama musim mudik Lebaran.






