LUMAJANG, HeadlineJatim.com – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. melakukan kunjungan kerja ke Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang yang disambut oleh jajaran Forkopimda Lumajang untuk meninjau lokasi rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Tahap IV, Rabu, (3/6/26).
Peninjauan ini menjadi langkah awal percepatan pembangunan satuan strategis TNI Angkatan Darat di wilayah selatan Jawa Timur. Yonif TP diproyeksikan tidak hanya memperkuat sistem pertahanan teritorial, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
“Kedatangan kami di sini untuk meninjau langsung rencana pembangunan Yonif TP Desa Burno, sekaligus ingin mengetahui kendala di lapangan, khususnya terkait lahan masyarakat yang terdampak pembangunan,” ujarnya
Mayjen TNI Rudy Saladin juga menekankan agar seluruh persoalan terkait status lahan dapat segera diselesaikan dan disosialisasikan secara terbuka kepada masyarakat demi menjaga kondusivitas wilayah.
“Terkait status lahan yang sudah direncanakan, mohon agar segera diselesaikan dan disosialisasikan kepada masyarakat, karena bagaimanapun wilayah ini adalah rumah kita bersama,” tegasnya.
Sementara Komandan Kodim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P. menyebut, pemilihan Desa Burno sebagai lokasi didasarkan pada pertimbangan geografis dan potensi pengembangan kawasan.
“Pembangunan Yonif TP ini langkah strategis untuk memperkuat pertahanan wilayah sekaligus membuka peluang percepatan pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat Lumajang,” ujar Anton.
Dikatakan Anton, selain kehadiran Yonif TP akan memicu pertumbuhan infrastruktur, perdagangan, dan sektor jasa, juga akan berdampak terhadap pemberdayaan potensi lokal agar masyarakat ikut merasakan manfaat langsung.
Ia menegaskan, keberhasilan proyek tahap IV ini bergantung pada sinergi TNI, pemerintah daerah, dan warga. Kolaborasi itu dinilai kunci agar pembangunan berjalan tepat sasaran dan berorientasi pada kesejahteraan.
Kunjungan Pangdam bersama Forkopimda sekaligus meneguhkan komitmen bersama mendukung program strategis nasional. Fokusnya pada dua hal: penguatan pertahanan negara dan pembangunan wilayah berbasis kesejahteraan rakyat.






