Ayatollah Ali Khamenei Wafat, Teheran Deklarasikan 40 Hari Masa Berkabung

Foto tangkapan layar Wikipedia.

Teheran, Headlinejatim.com– Dunia internasional dikejutkan dengan kabar wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Minggu (1/3/2026). Pemerintah Republik Islam Iran secara resmi mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai penghormatan terakhir bagi sang pemimpin yang telah berkuasa sejak 1989 tersebut.

Read More

Konfirmasi Media Lokal Iran

Kantor berita resmi yang berafiliasi dengan pemerintah dan militer Iran, Tasnim News Agency dan Fars News Agency, melaporkan bahwa Ali Khamenei mengembuskan napas terakhirnya saat menjalankan tugas di kantornya di Teheran. Dalam laporannya, Tasnim News Agency menyebutkan bahwa kepergian sang pemimpin merupakan kehilangan besar bagi umat Islam dan bangsa Iran.

Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah Iran menetapkan tujuh hari libur nasional dan 40 hari masa berkabung. Selama periode ini, seluruh bendera di kantor pemerintahan dan perwakilan diplomatik Iran di seluruh dunia dikibarkan setengah tiang.

Sorotan Media Barat dan Laporan CNN

Di sisi lain, jaringan berita Amerika Serikat, CNN, melaporkan bahwa kematian Khamenei terjadi di tengah eskalasi ketegangan militer di kawasan tersebut. Berdasarkan laporan CNN, terdapat klaim yang menyebutkan adanya serangan udara yang menyasar area strategis di Teheran sebelum pengumuman kematian tersebut keluar.

Meski demikian, media Barat masih terus memverifikasi detail penyebab kematian, sementara otoritas di Washington memberikan perhatian penuh pada transisi kekuasaan yang akan terjadi melalui Majelis Ahli (Assembly of Experts) di Iran.

Pemerintah Iran melalui saluran televisi pemerintah menegaskan bahwa seluruh institusi negara tetap berjalan dengan stabil. Pejabat senior di Teheran mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh provokasi media asing yang dianggap melakukan “perang psikologis“.

“Kematian beliau di kantor menunjukkan bahwa ia secara konsisten berdiri di antara rakyatnya dan berada di garis depan tanggung jawabnya,” tulis pernyataan resmi yang dikutip dari Fars News Agency.

Sementara Israel dan Amerika Serikat melalui berbagai laporan intelijen mengklaim keberhasilan operasional di wilayah tersebut, pihak Teheran tetap fokus pada narasi kesyahidan dan keberlanjutan revolusi. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga telah menyatakan janji setia untuk menjaga kedaulatan negara pasca-kepergian sang Pemimpin Tertinggi.

Related posts